PDIP Minta Syahrul-Siti Nurbaya Dievaluasi, Nasdem: Djarot Jangan Asal Bunyi

2022_12_10 Anies Baswedan saat menghadiri Rapat Akbar dan Silaturahmi Partai Nasdem Se-Sulsel
illustrasi – Anies Baswedan saat menghadiri Rapat Akbar dan Silaturahmi Partai Nasdem Se-Sulsel di Celebes Convention Center Kota Makassar (10/12/2022) – (foto: maiwanews/Sinyo)

maiwanews – Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang meminta kinerja dua menteri dievaluasi yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

Atas komentar Djarot tersebut, Ketua DPP Partai NasDem Irma Surya Chaniago bereaksi keras. Irma meminta kepada Djarot agar tidak asal melontarkan pernyataan.

Menurut Irma, pernyataan Djarot yang dimaknai sebagai usulan untuk melakukan reshuffle terhadap kedua menteri, tidak pada tempatnya. Irma beralasan, rushuffle merupakan hak prerogatif presiden.

“Sebaiknya Saiful Djarot jangan asal bunyi. Karena faktanya, dua menteri NasDem yang dia minta dievaluasi adalah menteri-menteri yang punya prestasi,” kata Irma, Sabtu (24/12).

Menurut Irma, Siti Nurbaya adalah Menteri Kehutanan dengan segudang prestasi. Irma mengklaim, di era kepemimpinan Siti, peristiwa kebakaran hutan di Indonesia dapat ditekan dan udara jadi lebih bebas dari kabut asap, dan penanaman mangrove pun masif dilakukan dalam rangka menjaga abrasi.

Irma mencontohkan, bagaimana Menhut telah dengan tegas dan jelas membagi dengan sangat baik mana hutan tanaman industri, hutan tanaman rakyat, dan mana yang hutan lindung.

Bagi Irma, Siti Nurbaya memiliki kinerja sangat baik dengan mengenakan sanksi-sanksi sangat tegas kepada pelanggar ketentuan pemerintah terkait penggunaan lahan.

Menurutnya, jutaan hektare hutan yang selama ini lepas ke tangan orang-orang yang hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu, dapat dikelola dengan baik di tangan Siti Nurbaya.

Sementara soal Mentan Irma berpendapat, Syahrul Yasin Limpo juga sudah bekerja sangat baik. “Mana ada kementerian yang tumbuh di era pandemi kecuali Kementerian Pertanian,” kata Irma mencontohkan.

Irma meminta Djarot untuk melihat data mengenai impor beras. Hal ini kata dia, dikarenakan selama ini Syahrul selalu menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu impor karena stok beras di petani sudah cukup.

Irma juga menyinggung soal sejumlah penghargaan ayang sudah diperoleh Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian sebagai bukti bahwa ia berkinerja baik.

Irma kembali menegaskan bahwa reshuffle adalah hal prerogatif Presiden. Menurut dia, biarkan reshuffle itu menjadi kewenangan dan kebutuhan Presiden.

Meski begitu, Irma berkeyakinan bahwa Presiden tidak akan melakukan hal-hal yang akan merugikan pemerintah dengan melakukan reshuffle pada menteri yang berkinerja baik seperti Syahrul dan Siti Nurbaya.

Apalagi kata dia, masyarakat juga tahu dan merasakan hasil kerja yang baik yang dilakukan Syahrul dan Siti Nurbaya. “Tidak paripurna memang, karena sering kali kebijakan-kebijakan baik menjadi tidak sempurna manakala menteri terkait lainnya malah bersikap kontraproduktif,” ucapnya.

Sebagai salah satu pihak yang memperhatikan pertanian dan kehutanan, Irma mengatakan bahwa dirinya melihat tidak ada celah yang bisa disebut kinerja Syahrul Yasin Limpo dan Siti Nurbaya harus dievaluasi.

Jika pun akhirnya keduanya di-reshuffle menurut Irma, itu pasti karena sebab lain, pasti bukan karena kinerja. Karena keduanya menteri sambung dia, selalu menjalankan program pemerintah, program Presiden dan tidak pernah sekalipun melenceng dari perintah Presiden.

Sebagaimana beberapa kali dinyatakan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Irma kembali melontarkan Komitmen partainya untuk tidak akan berubah dalam mendukung pemerintahan Jokowi hingga 2024.

Seperti diketahui, meski masih jadi bagian pemerintahan saat ini, NasDem di bawah Surya Paloh telah secara resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang.

Keputusan deklarasi NasDem tersebut membuat hubungannya dengan Jokowi terlihat memburuk, mengingat istana dalam sekian banyak pernyataan maupun sepak terjangnya, diyakini mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.

BERITA LAINNYA

.