maiwanews – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui alokasi anggaran untuk disuntikkan ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, total alokasi anggaran untuk PMN di 2021 kepada 8 BUMN tersebut mencapai Rp 52 triliun, termasuk di dalamnya usulan tambahan PMN senilai Rp 16,9 triliun yang masuk di pertengahan tahun ini.
Kedelapan BUMN tersebut adalah Indonesia Financial Group (IFG), PT Hutama Karya, PT Pelindo III, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC), PT PAL Indonesia (Persero), PT Waskita Karya (Persero), dan PT PLN (Persero).
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Indonesia Financial Group (IFG) atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan mendapat PMN sebesar Rp 20 triliun yang akan digunakan IFG untuk restrukturisasi guna penyelamatan Jiwasraya.
Menurut Erick, hingga saat ini restrukturisasi Jiwasraya sudah mencapai 97 persen. Dengan demikian kata dia, para nasabah yang belasan tahun terkatung-katung bisa diselesaikan.
Sementara PT Hutama Karya (Persero) akan menerima suntikan dana terbesar kedua yakni mencapai Rp 15,2 triliun. Suntikan PMN ini ujar Eerick, diusulkan dua kali oleh Kementerian BUMN yakni Rp 6,2 triliun di anggaran awal dan tambahan Rp 9 triliun di pertengahan tahun.
Erick menjelaskan, PMN Hutama Karya digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Hingga saat ini kata dia, Hutama Karya baru menerima pencairan PMN senilai Rp 6,2 triliun pada 30 Agustus 2021.
PMN Hutama Karya ujar Erick, digunakan untuk kebutuhan proyek tol Trans Sumatera, guna memastikan keseimbangan sosial-ekonomi antara Jawa dan Sumatera.
“Oleh karena itu, pembangunan tol Sumatera ini akan terus dilaksanakan,” ungkap Erick Thohir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (22/9/2021).
Selanjutnya sambung Erick, PT Pelindo III (Persero) memperoleh PMN sebesar Rp 1,2 triliun, lalu PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) memperoleh Rp 470 miliar.
Suntikan dana dari pemerintah sebesar itu kata Erick lagi, akan digunakan Pelindo untuk proyek pengembangan pelabuhan Benoa di Bali yakni guna meningkatkan kedalaman laut yang diketahui terdapat banyak karang.
Dengan demikian lanjut Erick, kapal pesiar bisa merapat di Bali secara langsung. ITDC itu ujarnya, bukan lagi buat kegiatan G20, melainkan untuk kebutuhan kegiatan ASEAN Summit 2023 yang berlangsung di Labuan Bajo.
Kemudian PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau KIW mendapat PMN sebesar Rp 977 miliar, selanjutnya PT PAL Indonesia (Persero) memperoleh Rp 1,28 triliun, PT PLN (Persero) sebesar Rp 5 triliun, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperoleh PMN Rp 7,9 triliun.
Dana PMN untuk KIW diperuntukkan guna pembangunan kawasan industri terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, sedangkan PMN PT PAL digunakan untuk penguasaan teknologi pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan kapal selam.
Sementara PMN kepada PT PLN akan digunakan untuk pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan, untuk membangun transmisi gardu induk, serta digunakan program distribusi listrik pedesaan.
Adapun dana PMN untuk Waskita Karya akan digunakan melakukan restrukturisasi dan modal kerja. PMN tersebut juga akan digunakan perusahaan konstruksi milik negara itu untuk investasi jalan tol.
.









