maiwanews – Paska insiden penyerangan markas Satuan Brimob Polda Jateng Detasemen A Pelopor Subden 2 Jalan Kumudasmoro Gisikdrono, Semarang Barat, pimpinan kedua isntitusi berhasil melakukan upaya mediasi dan perdamaian.
Kapendam IV/Diponegoro, Letkol Inf Zainul Bahar mengatakan, setelah kejadian di Mako Brimob tersebut, Pomdam IV/Diponegoro dan Polrestabes Semarang melakukan olah TKP dan mendapatkan CCTV di ATM kemudian Cdiputar di Mako Brimob Sampangan dengan dihadiri oleh semua pihak.
Setelah pemutaran CCTV selesai kata Kapendam dalam rilisnya, disepakati untuk selanjutnya dilakukan mediasi yang mengambil tempat di Mapomdam IV/Diponegoro Kali Banteng Semarang sebagai tempat yang disetujui oleh kedua belah pihak sebagai tempat yang netral.
Kapendam menjelaskan, dua oknum Penerbad Semarang dan dua Brimob Polda Jawa Tengah yang berselisih paham hingga terjadi insiden penyerangan di Mako Brimob sudah dipertemukan dalam mediasi di Makopomdam IV/Diponegoro hari Minggu (12/7/2015) sore.
Mereka adalah masing-masing Prada Raden Putra Irianto Kusuma, Praka Ari Wahyu Wibowo dari Penerbad dan Barada Hermawanto, Barada Hari Daryogi dari Brimob.
“Hasil dari mediasi tersebut, disepakati bahwa masing komandan satuan akan memproses anggotanya yang terlibat sesuai protap satuan masing-masing. Selanjutnya dari kedua belah pihak saling memaafkan dan menganggap kesalah pahaman tersebut telah selesai,” kata Zainul, Senin (13/7/2015).
Mediasi tersebut dihadiri Kakorps Brimob Irjen Pol Kaligis, Danlanumad Ahmad Yani Semarang Kolonel Cpn Horison Sitorus, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin, Dansatbrimob Polda Jateng Kombes Pol Muhamad Badrus, Danpomdam IV/Diponegoro Kolonel Cpm Ari Wibowo Djadi, Wakasat Brimob Polda Jateng AKBP Farid, Dandenpom IV/5 Semarang Letkol Cpm (Kowad) Tri Wahyuningsih, Danskadron 11/Serbu Letkol Cpn I Made, Kaden Brimob Simongan AKBP Irfan Marpaung.
Kronologi Kejadian
Selain menjelaskan tentang proses mediasi, Letkol Inf Zainul Bahar juga menjelaskan kronologi peristiwa yang bermula dari ATM BRI Jalan Abdur Rahman Saleh Semarang.
Pada hari Sabtu (11/5) malam lalu kata Zainul Bahar, dua anggota Brimob di bilik ATM, mereka kemudian keluar dan berkelakar tentang saldo tabungan. Di waktu bersamaan, datang dua anggota Penerbad Prada Raden Putra Irianto Kusuma dan Praka Ari Wahyu Wibowo.
Lalu Zainul melanjutkan, Praka Ari keluar ATM tidak jadi ambil uang di ATM karena mendengar dan melihat temannya yang di luar sedang ribut dengan kedua orang anggota Brimob tersebut. Akhirnya terjadilah keributan dan perkelahian antara mereka.
Saat kejadian sambung Zainul Bahr, datang juga Lettu Cpn Afner Manurung yang juga dari Penerbad yang kebetulan lewat dan langsung berhenti kemudian berusaha melerai, namun keributan masih berlanjut tidak bisa selesai seketika itu.
Zainul juga membantah pemberitaan bahwa ada 200 personel Penerbad bersenjata yang mendatangi Mako Brimob pada Minggu (12/7/2015) dini hari. Kata Zainul mereka juga bukan membawa senjata api namun bambu dan balok serta berpakaian preman.
Yang terjadi terang Zainul, adalah ada sekitar 150 orang anggota Penerbad yang membawa potongan bambu dan balok dengan berpakaian preman. Justru yang berpakaian hitam adalah anggota Brimob yang ada di dalam Mako Satbrimob Sampangan.
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Prabowo dan Airlangga Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
Putin Hadiri Pameran dan Konferensi Internasional Perjalanan AI
Polri Turunkan 300 Personel Brimob untuk Tambahan Pengamanan Pilkada di Papua









