Pengantri Rusuh, Final AFF Leg-2 Terancam Pindah

pengantri-tiket-marahmaiwanews – Akibat kerusuhan yang terjadi oleh ribuah massa pengantri tiket leg kedua final piala AFF, Gelora Bung Karno (GBK) terancam batal menjadi tempat penyelenggaraan laga antara Timnas Indonesia vs Yimnas Malaysia.

“Saya mendapat teguran keras dari AFF tiga jam laly, jika keadaan seperti ini tidak bisa ditangani oleh petugas keamanan, dan stadion sampai rusak, pertandingan bisa dipindahkan ke tempat yang netral,” kata Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Hal itu disampaikan Nurdin Halid terkait kerusuhan yang terjadi di Stadion Gelora Bung Karno hari ini, dalam wawancara langsung dari Kuala Lumpur, Malaysia oleh stasiun TvOne, Minggu, 26 Desember 2010 sore.

Nurdin menghimbau kepada para pencinta bola untuk tetap menjaga ketertiban menjelang laga final leg kedua yang akan berlangsung 29 Desember 2010 di GBK itu. Menurutnya, juara AFF sudah di depan mata, jangan sampai dirusak oleh aksi anarkis.

Nurdin juga menegarai ada aksi provokator yang bermain pada kerusuhan yang berhasil menjebol beberapa pintu dan pagar besi GBK serta merusakbeberapa fasilitas stadion. Ia juga menghimbau kepada provokator untuk menghentikan aksinya. Nurdin mengaku mendapat informasi adanya provokator itu dari intelejen.

Nurdin mengatakan, pihaknya memerintahkan kepada panitia lokal (LOC) di Jakarta agar kembali melanjutkan penjualan tiket kategori III (kelas tribun) yang masih tersisa jika kondisi sudah kondusif serta massa sudah dapat diatur dengan tertib.

Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi saat ribuan massa memburu para petugas yang memegang tiket yang berlari ketakutan. Keributan makin menjadi-jadi ketika ptugas yang ketakutan itu melempar kantong yang berisi tiket ke udara.

Akibatnya, massa makin rusuh karena saling berebut tiket satu sama lain. Antara pemburu tiket dengan pemburu tiket lainnya saling berebut paksa dan saling kejar di lapangan GBK. Namun hingga kini, suasana sudang berangsur pulih.