maiwanews – Mengantisipasi jumlah penonton yang membludak pada semifinal Suzuki AFF Cup 2010 leg kedua, panitia lokal (LOC) menyiapkan tiga buah layar lebar bagi yang tidak kebagian tiket pada laga yang berlangsung Minggu, 19 Desember 2010 malam.
“Kami siapkan tiga layar yakni di Tenggara, Timur dan Utara stadion. Semoga ini dapat sedikit mengobati kekecewaan mereka,” kata ketua panitia lokal AFF Cup 2010, Joko Driyono dalam keterangannya, Sabtu 18 Desember 2010.
Joko mengatakan, tidak mungkin semua penontol piala AFF bisa tertampung di dalam Gelora Bung Karno (GBK). Karena itu, Joko menyampaikan permohonan maaf kepada publik yang tidak dapat menonton Indonesia vs Filipina berlaga secara langsung,
Tanda-tanda memludaknya jumlah penonton jauh melebihi kapasitas GBK terlihat dari antrian pmburu tiket pada Jumat (17/12) dan Sabtu (18/12). Bahkan antusias para pendukung tim asuhan Alfred Riedl itu sempat diwujudkan dengan merusak sejumlah fasilitas PSSI akibat loket yang ternyata tertutup.
Keberadaan layar lebar dengan jumlah yang cukup memang penting, karena pada pertandingan leg pertama semifinal piala AFF Kamis, 16 Desember 2010 yang dimenangkan Indonesia 1-0 saja, penonton yang tidak tertampung stadion cukup banyak.
Puluhan ribu pendukung tim merah putih yang tidak memiliki tiket, berada disekeliling luar GBK saat pertandingan sedang berlangsung, padahal di dalam stadion sendiri, penonton juga berdesakan melebihi kapasitas tempat duduk.
Untuk tetap bisa menonton pertandingan, siaran langsung dari sebuah televisi yang hanya berukuran 25 inchi yang terpajang di atas kendaraan promosi Suzuki, tetap dikelilingi ratusan penonton yang berbaur dengan petugas keamanan dan TNI.
Sementara di depaan pintu utama, sekelompok wartawan juga harus rela menonton pertandingan bersama walau hanya dari sebuah televisi HP milik salah seorang diantara mereka.









