Peringatan HJKS ke-731 Pemkot Surabaya Gelar Festival Rujak Uleg 2024

maiwanews – Tahun 2024 Pemerintah Kota Surabaya menggelar kembali Festival Rujak Uleg 2024 di Balai Kota, Minggu, (19/05/2024). Acara ini untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 731. Setiap festival yang digelar Pemkot Surabaya tidak pernah surut akan Antusiasme masyarakat dari berbagai daerah Jawa Timur.

Festival Rujak Uleg Tahun 2024 yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Surabaya, Perguruan Tinggi hingga tamu delegasi dari berbagai negara ini, mengusung tema “The History of Rujak Cingur”.

Tampak hadir dalam festival ini Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Surabaya Kota Armuji. Mereka hadir tidak hanya sekadar menjadi tuan rumah, tetapi juga sebagai pemeran utama dalam teatrikal Pasar Suroboyo. Turut hadir istri Wali Kota Eri Cahyadi, Rini Indriyani, yang sekaligus menjadi bagian dari teatrikal tersebut.

Kenapa tema ‘The History of Rujak Cingur’ dalam Festival Rujak Uleg 2024, dipilihnya. Karena menurut Eri Cahyadi, rujak uleg adalah simbol dari rasa kebersamaan, toleransi, persatuan, kesatuan, dan gotong royong warga Surabaya.

Cak Eri Cahyadi sapaan akrab Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan, bagaimana cerita teatrikal sedikit, Surabaya diduduki Belanda. Saat itu, Belanda menginginkan warga pindah dari Kota Surabaya untuk dikuasai. Tetapi, bagaimana warga Surabaya menjadi satu kesatuan mengusir Belanda, dan itu dituangkan di dalam rujak uleg.

Eri Cahyadi menjelaskan, rujak uleg diibaratkan sebagai Kota Surabaya, yang didalam terdapat berbagai suku, agama, serta lapisan masyarakat menjadi satu bagian. Ia menambahkan, seperti rujak uleg, tanpa ada cingur, maka tidak akan terasa. Tanpa ada petis juga akan hambar. Maka dari itu, Surabaya tanpa ada agama Kristen maka terasa hambar, tanpa ada agama Islam juga tidak akan terasa, tanpa ada agama Buddha juga tidak akan terasa. Begitu pula tanpa ada suku, Tionghoa, Jawa, Madura, semuanya tidak akan terasa, maka itulah Surabaya dibangun atas nama kebersamaan seperti rujak uleg.

Wali Kota Eri tidak ingin Surabaya dibangun hanya dari pemerintah kotanya, akan tetapi dibangun dengan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong bersama warga dan seluruh stakeholder yang ada. “Jadi bukan seperti Rambo yang ‘one man show’ yang menampilkan pekerjaanya sendiri. Tetapi Surabaya ini seperti rujak uleg, maka dari itu Surabaya berhasil menurunkan angka stunting hingga kemiskinan,” tutur Wali Kota Eri.

Dalam Festival Rujak Uleg 2024 bertema ‘The History of Rujak Cingur’ ini, Pemkot Surabaya menyajikan 731 porsi rujak uleg. Jumlah porsi rujak uleg yang disuguhkan kepada masyarakat kali ini, disesuaikan dengan angka Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Selain itu, ada 800 porsi rujak uleg yang disajikan dan dibagikan oleh 432 peserta Festival Rujak Uleg 2024 kepada ribuan pengunjung.

Di Peringatan HJKS ke-731 kali ini, ia ingin mewujudkan Kota Surabaya yang lebih sejahtera ke depannya. Dalam mewujudkan Surabaya yang sejahtera, maka Pemkot Surabaya akan membentuk Kampung Madani untuk bersama-sama menurunkan kemiskinan hingga stunting.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya itu mengungkapkan, pemilihan lokasi Festival Rujak Uleg tidak hanya ditentukan oleh jajaran pemkot, akan tetapi juga ada yang diambil dari masukan warga Surabaya. “Kemarin juga ada permintaan dari warga yang masuk melalui Aplikasi Wargaku, ada yang meminta tahun depan digelar malam. Nah, nanti mungkin bisa malam hari di Balai Kota atau di tempat mana yang disesuaikan dengan tema,” pungkasnya. (AF)