maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pernyataan terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membubarkan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Usaha Minyak dan Gas (BP Migas). Dalam konferensi pers di Jakarta Rabu 14 November 2012, Presiden SBY mengatakan tidak perlu cemas akan keputusan itu, semua perjanjian dan kontrak kerjasama BP Migas tetap berlaku.
“Semua pekerjaan dan kegiatan operasional sebagai bentuk kerja sama BP Migas dengan pihak investor tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tidak perlu membuat kecemasan,” kata Presiden SBY di kantor presiden sebagaimana dikutip presidenri.go.id. Putusan MK pada tanggal 13 November pukul 11.00 WIB lalu bahwa keberadaan BP Migas tidak memiliki ketetapa hukum dinilai Presiden SBY telah berimplikasi pada timbulnya kecemasan berbagai kalangan mengenai kepastian hukum dan predictability atas kebijakan dan regulasi di Indonesia.
Presiden SBY melanjutkan, tanpa kepastian hukum hampir pasti para pelaku dunia usaha tidak berani melakukan investasi. Ia harus segera mengambil alih masalah ini agar iklim investasi sekarang ini tidak terganggu oleh isu ketidakpastian. Isu tersebut sangat sensitif, rawan, dan mudah menimbulkan ketidakpastian di negeri kita.
Pemerintah harus melaksanakan tindakan cepat, lalu diterpitkan Perpres karena tidak boleh ada kevakuman. Terkait permintaan atas produksi minyak dan gas bumi domestik saat ini dikatakan terus meningkat. Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas, utamanya gas. “Solusinya kita tingakatkan ekspolarsi minyak dan gas bumi, maka investasi harus baik, maka harus jelas aturan dan siapa pengelolanya,” jelas Presiden SBY.
Pada kesempatan itu, presiden juga mengundang para investor dari dalam negeri untuk berinvestasi di berbagai bidang, dalam hal ini minyak dan gas bumi. Dengan demikian kekuatan ekonomi akan tumbuh dengan baik. Menurut Presiden SBY, sekarang telah tiba saatnya untuk meningkatkan investasi di negeri ini karena kita sudah punya MP3EI. “Saya mengundang BUMN dan swasta, pusat dan daerah, ikutlah membangun ekonomi dalam negeri ini”, demikian dikatakan Presiden SBY. (aso)









