maiwanews – Republik Islam Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman memulai perundingan mengenai masalah nuklir Iran Selasa 15 Oktober di Jenewa Swiss. Pertemuan tersebut merupakan hasil kesepakatan ketujuh negara pada 26 September lalu di New York.
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Mohammad Javad Zarif, dan beranggotakan politisi, pakar teknis, dan pakar hukum. Saat yiba di Jenewa hari Senin Menlu Zarif mengatakan pada wartawan bahwa pembicaraan New York pada September lalu menyatakan kebijakan politik kedua belah pihak mengarah pada upaya mencari jalan keluar atas isu nuklir. Menlu Zarif menilai delegasi kedua pihak telah siap untuk mencapai solusi dalam waktu singkat selama perundingan pada level menteri luar negeri berlangsung.
Menlu Zarif yakin isu nuklir dapat diselesaikan dalam satu haun dan Isu nulkir Iran akan menjadi hal biasa dalam pandangan Badan Energi Atom (Internasional International Atomic Energy Agency/IAEA) selama para pihak memiliki niat baik.
Pada 13 Oktober, Wakil Menteri Luar Nger (Wamenlu) untuk Masalah Hukum dan Hubungan Internasional, Abbas Araqchi, mengatakan negaranya telah menyiapkan usulan-usulan untuk disampaikan pada pertemuan tersebut. Usulan Iran didasarkan pada pendekatan langkah demi langkah.
Wamenlu Araqchi memimpin negosiator Iran dalam pembicaraan di Jenewa, didampingi Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Eropa dan Amerika, Majid Takht Ravanchi, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri untuk Urusan Politik dan Internasional Hamid Ba’eedinejad, Penasehat Hukum Menteri Luar Negeri Menteri, Davoud Mohammadnia, dan Direktur Jenderal Defensive Affairs Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Amiri. (R19/PressTV)
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Gagalkan Dua Aksi Tawuran di Jakarta Timur
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia









