maiwanews – President Director PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin hadir di sidang kedua Mahkah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung DPR, Senayan, Kamis (3/12/2015).
Dalam awal keterangannya di hadapan MKD, Maroef menyatakan bahwa inisiatf pertemuan dengan Ketua DPR Setya Novanto dan M. Reza Chalid dimulai dari pihak Novanto.
Maroef menceritakan, mulanya dirinya mendapat pesan pendek berbunyi “bisa saya call” dari Novanto. Namun sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan lembaga tinggi negara itu, Maroef justru menelpon langsung ke Novanto.
Melalui komunikasi melalui telepon genggam itulah kata Maroef, pertemuannya dengan Novanto dan pengusaha Reza berlangsung beberapa kali.
Soal perekaman, Maroef Sjamsoeddin menyatakan bahwa hal itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri untuk memproteksi dirinya karena dalam pertemuan itu hanya sendirian tanpa boleh didampingi staf.
Maroef juga mengungkapkan, perekaman dilakukan dengan menggunakan telepon genggam miliknya yang diletakkan di atas meja. Telepon itu terus merekam sejak awal hingga pertemuan selesai tanpa henti.
Selain itu, mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu juga mengaku baru saja diperiksa oleh Kejaksaan Agung terkait kasus perekaman yang disebut-sebut mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK).
Porsche 911 Spirit 70 Hadir di Shanghai Auto Show
Pemkot Makassar Hadiri Rakor Stunting Bersama Wagub Sulsel
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Pemkot Makassar Raih Predikat Kota Terinovatif di Ajang IGA 2024
Pjs Wali Kota Makassar Arwin Azis Hadiri Sertijab Komandan Lantamal VI









