maiwanews – Tidak semua buruh bersedia ikut aksi unjuk rasa yang beberapa hari terakhir ini marak di seluruh Indonesia. Di beberapa tempat, terjadi pemaksaan oleh para massa buruh terhadap buruh lain yang sedang bekerja untuk ikut berdemo.
Presiden Konferensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea meminta para demonstran buruh agar tidak memaksa buruh lain untuk ikut melakukan aksi unjuk rasa.
Imbauan itu disampaikan Andi Gani dalam pernyataan persnya Kamis 31 Oktober 2013 terkait adanya aksi sweeping yang diikuti pemaksaan untuk ikut berdemo terhadap anggota KSPI yang terjadi di beberapa pabrik di Batam, Sidoardjo, Bekasi, dan Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta.
Andi Gani menyatakan, pihaknya menginginkan demo buruh yang menuntut kenaikan upah dan penghapusan sistem outsourching, berjalan lancar tanpa adanya konflik antar buruh. “Saya tidak ingin ada benturan konflik horizontal antar buruh,” kata Andi Gani.
Menyikapi adanya aksi sweeping itu, Andi Gani menginstruksikan kepada semua jajaran KSPSI di seluruh Indonesia, untuk melakukan pembelaan diri kalau ada pemaksaan untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Di Surabaya, aksi unjuk rasa buruh memacetkan sebagian besar jalan utama di pusat kota. Penutupan sejumlah jalan dan pengalihan arus oleh polisi, semakin memperparah kemacetan yang berlangsung hingga malam di kota pahlawan itu.
Beberapa jalan yang ditutup dan dialihkan polisi diantaranya Jalan Raya Darmo/Polisi Istimewa, Jalan Pasar Kembang, Jalan Praban, Jalan Gubernur Suryo dari Basuki Rahmad dan dari Jalan Tunjungan. Pembukaan jalan dilakukan setelah aksi demo buruh di Jalan Gubernur Suryo bubar.









