PSDI Terbentuk, IDI Tidak Lagi Tunggal Sebagai Organisasi Profesi Dokter

maiwanews – Ikatan Dokter Indonesia atau IDI tidak lagi jadi satu-satunya induk organisasi profesi dokter di Indonesia setelah lahirnya Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) yang resmi dideklarasikan hari ini, Rabu (27/4).

Menurut Ketua Umum PDSI, Brigjen TNI (Purn) Jajang Edi Prayitno, PDSI merupakan alternatif wadah profesi kedokteran dan tidak menginduk kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Jajang menjelaskan, PDSI berada di bawah kendali Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

“Kita berdiri terpisah dengan organisasi (IDI) yang selama ini. Kita di bawah Konsil Kedokteran Indonesia,” kata Jajang dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (27/4)

PDSI terang Jajang, sudah resmi diakui pemerintah karena telah mendapat Surat Keputusan (SK) Kemenkumham dengan nomor AHU-003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.

Untuk itu, mantan staf khusus menteri kesehatan era Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto tersebut mempersilakan para dokter lain untuk mendaftar sebagai anggota PDSI. Pihaknya kata dia, akan membuka pendaftaran secara online.

Dengan PDSI, lanjut dia, para dokter memiliki alternatif wadah selain IDI. “Sehingga ada pilihan dari rekan dokter semua untuk memilih organisasi profesi mana yang sesuai hati nurani mereka silahkan mau masuk IDI, PDSI, tidak ada masalah. Karena kita sama-sama sudah diakui oleh negara,” kata Jajang.

Jajang juga menepis anggpan bahwa pendirian organisasi itu berkaitan dengan polemik antara Terawan dengan IDI. “Saya pikir kita berdiri bukan karena kasus Dokter Terawan. Tapi sesuai dengan UUD pasal 28. Jadi terlepas dari kasus Dokter Terawan,” kata Jajang.

Sebelumnya, Muktamar ke-31 IDI memecat Terawan sebagai anggota yang didasarkan rekomendasi Sidang Khusus Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) PB IDI. Salah satu alasan pemecatan itu karena Terawan mempromosikan vaksin Nusantara meski belum selesai penelitian.