Raperda Ormas Jatim agar Lebih Tertib dan Terverifikasi

maiwanews – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terus dimatangkan DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Dengan hadirnya Peraturan Daerah (Perda) ini, diharapkan kedepannya keberadaan ormas-ormas di Jawa Timur lebih jelas dan terverifikasi, Sebab banyak bermunculan ormas yang baru yang tanpa struktur organisasi.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Bayu Airlangga menjelaskan, pada prinsipnya Perda Ormas disusun agar keberadaan ormas di Jatim lebih terverifikasi. “Pada prinsipnya ingin ormas ini lebih terverifikasi. Saat ini banyak ormas berlabelkan plang saja. Strukturnya pun kita cek banyak yang juga kepengurusannya hanya di KSB saja,” kata Bayu Airlangga, Jumat (26/11/2021).

Bayu Airlangga, ketika ikut penyusunan Perda tersebut, mengusulkan agar Pemprov Jatim lebih memprioritaskan ormas yang terverifikasi terkait masalah bantuan anggaran. Maksudnya bantuan pemprov diprioritaskan untuk ormas yang memiliki struktur organisasi jelas dan minimal memiliki cabang di 10 kabupaten/kota Jatim.

Politisi Partai Demokrat ini, berharap, tugas yang dijalankan oleh Pemprov dapat lebih ringan, terkait masalah pembinaan atau bantuan anggaran untuk pemberdayaan ormas, mengingat Jawa Timur ini ada 38 kabupaten dan kota,sehingga pemprov bisa berbagi tugas dengan kabupaten dan kota.

Bayu Airlangga menyampaikan, karena ini terkait dengan besaran anggaran yang tersedia, maka pemprov tidak bisa mewadahi seluruh ormas di Jatim. “Selama anggaran kita mewadahi, kita utamakan bagi yang mengusulkan (bantuan) ke provinsi, perlu adanya cabang. Sehingga tidak berat juga karena mengacu kepada anggaran,” terang Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim.

Di sisi lain, Bayu Airlangga menyatakan, Perda tersebut bukan bertujuan untuk membeda-bedakan ormas di Jatim. Tapi lebih kepada identifikasi struktur dan keseriusan organisasi yang mereka miliki.

“Maka itu kita seleksi lebih detail melihat struktur mereka, keseriusan mereka membuat cabang-cabangnya melalui struktur organisasi yang mereka punya. Kita lebih mengidentifikasi ke dalam situ”, pungkas Bayu Airlangga. (i)