BOJONEGORO – Dalam waktu tidak lama lagi pembangunan jalur ganda kereta api (KA) yang menghubungkan Bojonegoro –Surabaya Pasar Turi segera dilakukan.
Tapi konsekuensinya, dengan segera dibangunnya jalur ganda tersebut ratusan warga yang mendirikan bangunan rumah mau pun pertokoan di sepanjang jalur ini harus tergusur.
Dan untuk menyongsong pembangunan jalur KA ganda yang diplot tahun 2012 ini, penggusuran sepanjang lintasan ini di Kecamatan Kapas dan Balen, yang berada di Bojonegoro bagian timur sudah dimulai.
Start penggusuran tersebut merupakan rencana pembangunan yang akan merobohkan semua bangunan mulai dari Kecamatan Boereno hingga Padangan kurang lebih 72 Km yang berdekatan dengan rel KA.
Rencana ini tentu saja ditanggapi beragam warga di Bojonegoro. Sejumlah pemilik bangunan yang ada di sepanjang rel KA di Kecamatan Kapas misalnya, berharap pemerintah memberi ganti rugi atas bangunan yang akan dirobohkan tersebut.
“Kesannya sangat mendadak. Sebab, selama ini tidak pernah ada sosialisasi rencana penggusuran maupun ganti ruginya,” kata Tri Yono, seorang warga yang memiliki toko onderdil sepeda dekat lintasan KA di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas.
Namun di sisi lain, pembangunan rel ganda tersebut juga disambut gembira warga Bojonegoro yang selama ini sering menggunakan transportasi KA jurusan Bojonegoro-Surabaya.
Beberapa warga di Kecamatan Kota Bojonegoro, mengatakan bahwa jalur ganda KA itu diharapkan segera terlealisasikan, karena dalam beberapa tahun belakangan ini sering terjadi tubrukan antar kereta api karena jalurnya masih satu jalan.
Tidak hanya untuk mengantisipasi kecelakaan antar kereta saja, dengan dua jalur KA tersebut, sudah barang tentu akan memudahkan transportasi KA agar lebih aman dan tepat waktu.
Kepastian akan dibangunnya jalan dua jalur itu setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Freddy Numbery menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR beberapa waktu lalu.
Di antara agendanya adalah pembangunan jalan KA jalur ganda antara jalur kearah Bandara Juanda dari Stasiun Waru segmen Juanda–Gedangan.
Jalur ganda KA tersebut juga akan berkembang ke daerah Brebes, Bulakamba, Bulakamba – Tanjung, Tanjung-Losari, lintas Semarang hingga ke Cirebon.
Pembangunan jalur ganda KA tersebut akan dimulai pada tahun ini karena untuk mengembangkan ekonomi dan percepatan serta perluasan area jalan kereta Api yang aman. (LEA)
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Razia Jelang Ramadan, Aparat Pringsewu Amankan Pengguna Narkoba
Perang Dagang Amerika-Kanada, Warga AS Mungkin Sedikit Merasakan Dampak
Polisi Amankan ART Terduga Pencuri Perhiasan Majikan Senilai Rp697 Juta
Polda Sumbar Mulai Operasi Pemberantasan Tambang Ilegal di Solok Selatan









