
maiwanews – Kementerian Luar Negeri AS menyetujui rencana penjualan berbagai peralatan militer untuk Indonesia senilai US$14 miliar atau sekitar Rp200,8 triliun, termasuk sejumlah jet tempur F-15.
Persetujuan tersebut diberikan setelah sebelumnya Indonesia melalui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menandatangani perjanjian pembelian 42 jet tempur Dassault Rafale generasi 4,5 dengan Prancis.
Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia berencana meningkatkan dan memodernisasi armada tempurnya dengan membeli 42 jet tempur Dassault Rafale generasi 4,5 buatan Prancis.
Prabowo memaparkan, untuk tahap pertama Indonesia akan memboyong 6 unit pertama jet Rafale. “Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk 6 pesawat,” kata Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan RI.
Prabowo menuturkan, selain jet tempur, Indonesia juga akan membeli dua kapal selam kelas Scorpene dari Prancis. Pembelian kapal selam itu bagian dari kerja sama penelitian dan pengembangan kapal selam antara PT PAL dengan Naval Group.
“Tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dengan AIP beserta persenjataan dan suku cadang yang dibutuhkan termasuk latihan,” kata Prabowo.
.









