
maiwanews – Militer Rusia dan Uzbekistan Kamis 5 Agustus menggelar latihan bersama di pegunungan Termez, sebelah Selatan Uzbekistan, dekat perbatasan Afganistan. Sekitar 1.500 prajurit angkatan bersenjata Federasi Rusia dan Republik Uzbekistan berpartisipasi dalam manuver gabungan itu.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia hari Kamis menyatakan dalam latihan itu kelompok pengintai turun dari helikopter angkut tempur Mi-171 dan N-215. Abseiling (menuruni tebing dengan tali -red) dilakukan dari ketinggian 25 meter.
Prajurit pasukan khusus Rusia dan Uzbekistan melakukan tindakan sabotase di belakang garis pasukan lawan di pegunungan Termez. Mereka menjelajahi daerah itu, mendeteksi dan menghancurkan kamp simulasi kelompok bersenjata ilegal.
Dalam latihan kelompok pengintai telah mempraktekkan bagaimana cara melumpuhkan penjaga, melakukan pengamatan, serta melakukan perjalanan panjang ke titik pertemuan.
Manuver Rusia-Uzbekistan dilakukan dengan latar belakang situasi tidak stabil di negara tetangga Afghanistan dengan maksud untuk berlatih menangkis kemungkinan ancaman dan untuk bekerja sama dalam memberikan keamanan dan menjaga stabilitas di Asia Tengah.
Latihan melakukan aksi terkoordinasi bersama bertujuan untuk menetralisir meningkatnya berbagai tantangan dan ancaman terhadap keamanan militer dan potensi konflik di sepanjang perbatasan Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organization/CSTO). (z/Kemenlu Rusia)
India-Pakistan Sepakat Gencatan Senjata
Fatmawati Rusdi Tekankan Pendekatan Humanis Satpol PP
Indonesia-Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Keagamaan dan Pendidikan
Rusia-Iran Teken Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif
Indonesia-Jepang Tandatangani dan Bertukar Nota Pinjaman 90 Miliar Yen









