maiwanews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terlibat perdebatan yang cukup seru dengan sejarawan muda JJ Rizal melalui media massa maupun sosial media.
Ahok menantang JJ Rizal berdiskusi terbuka soal relokasi Kampung Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta Timur dan resapan air Pantai Indah Kapuk (PIK). Tantangan itupun siap diladeni oleh JJ Rizal.
Masalah ini bermula ketika JJ Rizal mengomentari langkah Ahok yang merelokasi paksa warga Kampung Pulo ke Rusunawa di Jatinegara Barat yang menurutnya merupakan langkah yang tidak konsisten.
Ketidakkonsistenan Ahok yang dimaksud JJ Rizal adalah tempat tinggal mantan Bupati Belitung Timur itu di Pantai Mutiara, juga harus digusur karena merupakan daerah hutan bakau dan resapan air. Akibat pemukiman mewah itu kata Rizal, terjadi penurunan tanah dan banjir rob.
“Kalo Ahok konsisten gusur Kampung Pulo karena dianggap tinggal di lahan hijau/resapan, maka dia harus gusur juga dong lingkungan rumahnya di Pantai Mutiara,” tulis JJ Rizal melalui akun twitternya @JJRizal, Kamis (20/8/2015).
Seperti biasa, Ahok menanggapi kicauan JJ Rizal itu dengan berang. Kata Ahok, wilayah yang termasuk hutan bakau dan resapan air yang dimaksud JJ Rizal adalah Pantai Indah Kapuk (PIK) dan bukan wilayah rumahnya. Buktinya, di situ dibangun pelabuhan Zam-zaman yang berada dalam kawasan yang sama dengan perumahannya.
Dengan kalimat kasar, Ahok menyebut JJ Rizal goblok. “Dia (JJ Rizal) goblok. Isu itu tuh (daerah resapan air) adanya di Pantai Indah Kapuk (PIK). Dia nggak bisa bedain PIK dan Pluit,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (21/8/2015).
Tidak sampai di di situ, Ahok lebih jauh menantang JJ Rizal berdiskusi di depan publik untuk dijelaskan soal Pluit. “Kasihan kalau terlalu goblok,” sebut Ahok lagi.
Seolah tak mau disebut goblok, JJ Rizal menjawab tegas tantang Ahok itu. “pak @basuki_btp (Ahok) yg saya tunggu bapak kirim hari, tanggal, bulan en jam serta tempat dimana ngajak diskusinya,” ucap Rizal dalam akun Twitternya yang dikutip, Minggu (23/8/2015).
Jika betul terjadi, diskusi dipastikan bakal seru dan menyedot perhatian publik. Setidaknya rakyat bisa sejenak dialihkan perhatiannya akan harga komoditi seperti daging sapi, ayam, dan cabe yang melambung serta nilai tukar rupiah yang terhadap dollar Amerika yang sudah mendekati Rp 14 ribu. (yulham)
Sekjen Partai Komunis Viet Nam Berkunjung ke Indonesia
Zelenskyy Sebut akan Ada Diplomasi Perdamaian Ukraina-Rusia
Walikota Moh Ramdhan Resmikan Gereja Pantekosta Bathesda Makassar
Jepang Siap Selenggarakan Program Kerja Sama dengan Indonesia
MK Sebut 'Presidential Threshold' Bertentangan dengan Konstitusi









