
maiwanews – Iran dan Arab Saudi mengadakan pembicaraan di Baghdad, Irak, di tengah upaya pemulihan hubungan bilateral kedua negara. Pejabat Irak dan Oman telah memainkan peran efektif dalam dimulainya kembali pembicaraan Teheran.
Meskipun tidak ada rilis resmi tentang isi putaran pembicaraan terakhir atau capaian perjanjian apa pun, suasana positif dalam putaran ke-5 pembicaran Iran-Saudi ini telah meningkatkan harapan bahwa kedua negara bergerak ke arah memulihkan hubungan.
Perwakilan Iran dan Arab Saudi telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan di Kota Baghdad dalam beberapa bulan terakhir. Tasnim News Agency melaporkan hari Sabtu (23/04/2022).
Hubungan diplomatik antara Teheran dan Riyadh memburuk setelah eksekusi ulama Syiah pada Januari 2016 Sheikh Nimr al-Nimr. Dia merupakan seorang kritikus blak-blakan terhadap monarki Saudi, di Arab Saudi. Riyadh memutuskan hubungan dengan Teheran sesudahnya, menanggapi serangan oleh pengunjuk marah di kedutaannya di ibukota Iran.
Kampanye militer Arab Saudi melawan Yaman serta kematian ratusan peziarah haji Iran di Mina Arab Saudi pada September 2015 telah menyiapkan ruang untuk penurunan ketegangan antara Teheran dan Riyadh. (hiu)
Ketua Dekranasda Makassar Perkenalkan Baju Bodo, Ajang Promosi Warisan Budaya
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Operasi SAR Sisir Daratan dalam Pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi









