maiwanews – Pemerintah Indonesia memanggil Duta Besar (Dubes) Australia menyusul laporan bahwa Australia mempersilahkan Amerika Serikat (AS) melakukan kegiatan spionase di kedutaannya di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Timor Timur.
Laporan berdasarkan bocoran dokumen oleh mantan kontraktor National Security Agency (NSA) Edward Snowden juga menyebutkan bahwa Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta digunakan untuk memata-matai presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin Indonesia lainnya.
Laporan tersebut juga menunjukkan indikasi bahwa Kedubes Amerika Serikat memiliki alat sadap, peralatan itu disembunyikan dengan hati-hati.
Setelah pertemuan hari Jum’at, diplomat Australia Greg Moriarty hanya mengatakan pembicaraan berjalan baik dan dia sekarang harus memberikan laporan ke pemerintahnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia juga telah memanggil diplomat senior Amerika Serikat di Jakarta untuk melakukan klarifikasi atas tuduhan kegiatan spionase tersebut.
Diplomat Indonesia mengatakan kegiatan spionase tidak hanya memenuhi syarat sebagai pelanggaran keamanan, tapi juga pelanggaran serius terhadap norma dan etika diplomatik.
Di Beijing hari Kamis juru bicara Menteri Luar Negeri Cina Hua Chunying menuntut Amerika Serikat menjelaskan penggunaan Kedubes Australia untuk kegiatan mata-mata.
Kegemparan terkait kegiatan spionase Amerika serikat menyusul kritik dari Cina, Rusia, dan India. Ketiga negara menganggap Amerika Serikat terlalu banyak mengontrol infrastruktur dunia maya.
“Cina sangat prihatin menenai laporan itu dan meminta penjelasan dan klarifikasi dari Amerika Serikat”, kata Hua Chunying. Ia menambahkan pihaknya juga meminta institusi dan personel asing di Cina untuk mematuhi perjanjian internasional sebagaimana tercantum pada Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik dan Konvensi Wina tentang hubungan konsuler. (R21/VoA)
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Porsche AG Inisiasi Perubahan pada Dewan Eksekutif
Porsche Indonesia Tandai '9-11' dengan Meluncurkan 911 Carrera-Baru
Bank Indonesia Sulsel Puji Penanganan Inflasi Bulukumba









