maiwanews – Pelaku penabrakan guru dan murid di SMA Hang Tuah 2 Gedangan Sidoarjo Kamis 31 Oktober, Anggara, ditahan polisi 6 Nopember sore, saat ini ia mendekam di tahanan Mapolres Sidoarjo. Tersangka dijerat dengan pasal 360 ayat 1 Juncto 351 ayat 2.
Anggara ditahan setelah sebelumnya menjalani tes kejiwaan di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. dr Rony Subagyo mengatakan Anggara mengaku panik melihat banyak siswa SMA Hang Tuah 2 mengerubungi mobilnya. Dalam kepanikan dia justru menabrak beberapa siswa dan guru, salah seoran diantaranya kritis dan dirawat di RS Mitra Keluarga Waru.
Keterangan dr Rony senada dengan keterangan Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki. AKBP Marjuki mengatakan kasus tabrak massal di SMA Hang Tuah 2 berawal dari cekcok pelaku dengan siswa lainnya, bukan karena tersinggung ditegur satpam. Siswa yang cekcok dengan Anggara kemudian memanggil teman-temannya, mereka kemudian mengerubuti mobil Anggara.
Saat mobilnya dikerubuti, Anggara memajukan mobilnya, namun menabrak siswa di depan mobilnya, dia kemudian memundurkan mobilnya dan juga menabrak siswa di belakang mobilnya. Belum diketahui secara pasti penyebab cekcok Anggara dengan siswa SMA Hang Tuah.
Keterangan tersebut sekaligus membantah rumor penyebab tabrak massal di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. Sebelumnya beredar rumor bahwa kasus tabrak massal berawal dari larangan satpam kepada Anggara untuk menemui kekasihnya. Karena tidak terima dilarang satpam, Anggara mamaksa masuk lingkungan sekolah dengan mengendarai mobilnya dan menabrak beberapa siswa. (R17)









