maiwanews – Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Kongres IV PDI Perjuangan di Bali, menjadi perhatian khusus putra mantan presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.
Tommy berpendapat, Jokowi tidak mendapat penghargaan yang semestinya diberikan sebagai kepala negara di acara lima tahunan partai berlambang Banteng Moncong Putih itu.
Menurut Tommy, di negara manapun di dunia ini, seorang pemimpin atau presiden jika diudang pada suatu acara, pasti diberikan waktu untuk menyampaikan pidato atau kata sambutan.
“Di mana2 yg namanya pemimpin Negara jika di undang dalam suatu acara pasti dipersilakan menyampaikan sepatah dua kata,” tulis Tommy Soeharto dalam akun Twitternya @HutomoMP_9, Minggu (12/4/2015).
Dikatakan Tommy, pemimpin negara lain akan mentertawakan Indonesia melihat presidennya diabaikan oleh partai pendukung sekaligus pengusungnya sendiri. “Lipat tangan depan Ketum Partai.”
Prihatin presiden diperlakukan seperti itu, Tommy mengajak Jokowi bergabung saja dengan Partai Golkar atau salah satu partai yang ada di Koalisi merah Putih (KMP).
Di KMP sambung Tommy, presiden akan ditempatkan sebagai petugas rakyat, bukan petugas partai. Sementara koalisi bertugas mengawal dan mengawasi pemerintah lewat DPR.









