
maiwanews – Taliban meminta Kongres Amerika Serikat untuk mencairkan aset Afganistan, VOA melaporkan Kamis 18 November. Menurut laporan tersebut, permintaan itu disampaiakan melalui surat terbuka oleh Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi hari Rabu. Surat terbuka itu dirilis dalam beberapa bahasa oleh kantor Menteri Amir Khan.
Melalui surat tersebut Menlu (Menteri Luar Negeri) Amir Khan meminta agar Kongres Amerika Serikat (AS) segera mencairkan aset Bank Sentral Afganinstan untuk menghindari potensi eksodus massal pengungsi. Pembekuan aset senilai lebih dari 9 miliar dolar dan sanksi keuangan lainnya mengacaukan perdagangan dan bisnis serta menghambat bantuan kemanusiaan internasional.
Menlu Amir Khan mengklaim pemerintahan Taliban berhasil menstabilkan kondisi politik dan keamanan di Afghanistan sejak meraih kekuasaan 15 Agustus. Tetapi Taliban belum mampu menyelesaikan persoalan ekonomi negara itu.
Dewan Pengungsi Norwegia pekan lalu melaporkan arus pengungsi warga Afganistan ke Iran telah mencapai sekitar 300 ribu orang. Sementara setiap hari masih terjadi migrasi melintas batas negara secara ilegal sekitar 5000 orang.
PEMBEKUAN ASET AFGANISTAN
Selama ini Afganistan sangat bergantung pada bantuan internasional. Sebelum kekuasaan direbut oleh Taliban, 75 persen anggaran belanja negara itu berasal dari bantuan luar negeri. Anggota DPR AS dari Partai Republik Michael McCaul menegaskan pencairan aset tidak bisa dilakukan begitu saja. Harus ada kompensasi besar dari Taliban jika pencairan aset dilakukan.
Selain pembekuan aset oleh Amerika Serikat dan negara lainnya, Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) juga menangguhkan dana bantuan sebesar 1,2 miliar dolas AS. Bantuan tersebut sedianya diberikan tahun ini. (*)









