maiwanews – Rombongan Timnas Malaysia dari Gelora Bung Karno (GBK) ke Hotel Sultan tidak hanya menggunakan lima kendaraan barracuda, setiba di hotel, satu persatu mereka dikawal polisi bersenjata laras panjang melewati loby hotel.
Di loby Hotel Sultan yang letaknya tak jauh dari GBK, memang sejak usai pertandingan langsung disesaki oleh para supporter Timnas Indonesia. Rombongan Rajagopal yang tiba dari GBK sekitar pukul 22.40 WIB, satu persatu dikawal ketat menuju lift tengah hotel.
Sedikitnya lima kali pasukan khusus kepolisian itu mondar-mandir mengantar juara baru AFF dari barracuda ke lift tengah Hotel Sultan. Sepanjang loby, jalur yang dilalui rombongan sudah dipagari oleh puluhan polisi lainnya.
Tak pelak, cacian dan umpatan meluncur dari mulut para pencinta tim Merah Putih kepada setiap rombongan Malaysia yang melintas di hadapan supporter yang merasa diperlakukan dengan curang. “Main curang, main curang,’ teriak salah seorang pendukung tim Garuda.
Namun sekali lagi, supporter Indonesia memperlihatkan sikap yang terpuji. Meskipun dihinggapi kemarahan luar biasa atas kasus laser di Bukit Jalil, tak satupun dari massa supporter yang melakukan tindakan fisik, padahal rombongan Timans Malaysia itu berjalan sangat dengan para supporter itu.
Sebelumnya, supporter Merah Putih yang sesaki Hotel Sultan itu langsung berteriak histeris ketika sebagian Timnas Indonesia masuki loby Hotel Sultan. Meski gagak jadi juara AFF Cup 2010, kecintaan mereka terhadap tim asuhan Alfred Riedl itu tak pudar. Lagu Garudan di Dadaku tetap menyambut hangat pasukan Firman Utina dan kawan-kawan itu masuk hotel.
Timnas Indonesia menang 2-1 atas Malaysia dalam laga terakhir final AFF Cup 2010 di GBK, Rabu, 29 Desember 2010, namun karena kalah agregat 2-4, Timnas Indonesia gagal jadi juara ajang sepakbola terbesar se Asean itu.









