Tolak Wacana Penundaan Pemilu, Hasto: PDIP Kokoh di Jalan Konstitusi

maiwanews – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto kembali menegaskan bahwa partainya sampai saat ini tetap kokoh berada di dalam jalan konstitusi berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan negara.

Hasto menegaskan, sikap PDI-P yang menolak wacana penundaan Pemilu 2024 senapas dengan sikap Jokowi yang juga tak setuju. Ungkap Hasto, Jokowi sudah menolak ide jabatan presiden maksimal tiga periode.

“Kami tegaskan bahwa sikap PDI Perjuangan ini senapas dengan sikap Presiden Jokowi karena di dalam kultur kepemimpinan kita, seorang pemimpin itu kan diukur juga dari konsistensi dalam sikapnya,” kata Hasto dalam acara rilis Lembaga Survei Indonesia, Kamis (3/3/2022).

Hasto menilai, ada orang-orang di sekitar Presiden Joko Widodo yang tidak memahami kehendak Jokowi. Apalagi kata Hasto, Jokowi sudah beberapa kali secara terbuka menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Hasto mengungkapkan, Jokowi pernah menyebut bahwa motif pihak yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan setidaknya ada tiga kemungkinan yakni ingin menampar wajahnya, cari muka, dan ingin menjerumuskan dirinya.

Hasto menekankan, PDI-P mematuhi aturan yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. PDI-P kata Hasto, juga menghormati kultur demokrasi di mana pemilu diselenggarakan setiap lima tahun sekali.

Untuk itu Hasto mengajak seluruh pihak untuk menyudahi polemik wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Polemik ini ujarnya, tidak perlu diperpanjang lagi sehingga tidak perlu repot-repot melakukan investigasi.

Seperti diketahui, kegaduhan bermula ketika tiga ketua umum partai politik yaitu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kompak menyampaikan wacana perpajangan masa jabatan presiden.

Ketiganya pun mendapat semoohan dari sejumlah penggiat media sosial (medsos) hingga muncul ajakan untuk tidak memilih ketiga partainya dalam Pemilu mendatang.