maiwanews – Bersama Ibu Ani, mantan Ketua MPR Amien Rais, Mensesneg Sudi Silalahi, Menparekraf Mari E Pangestu, dan Menhut Zulkifli Hasan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menonton film 99 Cahaya di Langit Eropa. Usai pertunjukan, SBY menilai film ini luar biasa.
SBY mengaku sungguh senang mendapat banyak hal setelah melihat film ini. “Luar biasa,” kata Presiden seusai menyaksikan pemutaran perdana film garapan sutradara Guntur Soeharjanto tersebut, di XXI Cinema, Djakarta Theater, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (29/11) malam.
Dikatakan SBY, Film ini menggambarkan peradaban Islam di Eropa. Menurutnya, film yang diangkat dari novel best seller karya Hanum Salsabiela Rais (putri Amien Rais) dan Almahendra ini, dapat menjadi bahan pembelajaran.
Dicetitakan SBY, peradaban itu bukan untuk memisahkan, tapi jutru menyatukan kita semua. Eropa kata SBY, merupakan tempat bertemunya jejak peradaban (trail of civilization).
Tak berhenti memuji, SBY mengatakan lagi, film ini merupakan karya seni yang luar biasa, bukan hanya cerita yang segar, penuh pembelajaran yang ditulis oleh Mbak Hanum dan Mas Rangga, tetapi juga diekspresikan para artis kita dengan tampilan yang luar biasa, digarap secara apik oleh sutradara kita.
SBY melihat, banyak nilai yang ditampilkan dalam tayangan film ini diantaranya perdamaian, persaudaraan, toleransi, dan banyak sekali falsafah, pesan spiritual dan nilai yang sering kita dengar dalam khotbah, di tempat ibadah, tapi kita menyaksikan langsung implementasi dari semua nilai itu.
SBY berharap rakyat Indonesia dapat pula menonton film yang dibintangi Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Raline Shah, Dewi Sandra, Nino Fernandez, Fatin Shidqia, Marissa Nasution, dan Alex Abbad ini. SBY bahkan mengungkapkan keinginannya untuk menonton sekali lagi.
Film 99 Cahaya di Langit Eropa mengambil lokasi di berbagai kota di Eropa, seperti Wina (Austria), Paris (Perancis), Cordoba (Spanyol), dan Istanbul (Turki). Film ini dijadwalkan akan diputar di bioskop-bioskop tanah air mulai 5 Desember mendatang.
Film ini berkisah tentang perjalanan spiritual sepasang suami isteri, Hanum dan Rangga, dalam menjalani kehidupan seorang Muslim di tanah Eropa selama 3 tahun. Pencarian cahaya Islam di benua Eropa ternyata tak sekedar menampakkan berbagai bangunan, atraksi, dan keindahannya semata.
.









