maiwanews – Tingginya curah hujan disertai dengan semakin menurunnya data dukung dan daya tampung lingkungan, menyebabkan berbagai bencana ekologis. Demikian disampaikan Direktur WALHI Aceh, Muhammad Nur, Selasa 25 Nopember 2014.
Merespon bencana yang menimpa Aceh dalam bulan Nopember hingga Desember 2014, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh bersama mitra strategis lainya, WWF, YLI, LBH Banda Aceh, Balai Syura, JKMA, KPHA, YGHL, Rumoh Transparacy dan YPK membantu para korban di dua Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan.
Berdasarkan data di lapangan, untuk wilayah Aceh Barat hampir semua wilayah terendam banjir yang terdiri dari 12 Kecamatan dan 321 gampong. Ada 3 rumah penduduk yang terbawa arus, dan 2 dayah rusak, serta jalan negara dan sawah. Untuk Aceh selatan sendiri di kecamatan Labuhan Haji Barat ada 15 gampong yang terendam banjir.
Seluruh bantuan tersebut disalurkan ke 2 kabupaten sebagai wilayah terparah terkena dampak banjir yakni Aceh Barat untuk gampong Pulo Teugoh sebanyak 20 KK dengan jumlah 100 Jiwa dari 260 KK (741 Jiwa) dan Canggai sebanyak 12 KK dengan jumlah 35 jiwa dari 84 KK (284 jiwa) yang berada dalam Kecamatan Pante Ceuremen berupa kain sarung, susu dan makanan bayi, serta pakaian bayi dan pakaian dalam wanita.
Sedangkan untuk Aceh Selatan bantuan diberikan kepada masyarakat yang berada di 4 (empat) Dusun dalam gampong Kuta Trieng Kecamatan Labuhan Haji Barat berupa 200 Kg dan 15 kotak mie instant. Meski bantuan belum dapat mencapai seluruh jumlah pengungsi namun bantuan itu diserahkan ke 4 (empat) Dusun melalui Kadus dengan pertimbangan dapat memberikan bantuan untuk pengungsi yang paling parah kondisi banjirnya.
Pada saat menyalurkan bantuan WALHI Aceh juga mendata kebutuhan pengungsi secara keseluruhan yakni selain kebutuhan pokok juga adanya kebutuhan akan peralatan dapur dan pakaian sekolah.
Posko Bencana yang diinisiasi oleh WALHI Aceh bersama Mitra strategis lainya akan terus melakukan penggalangan publik dan kegiatan advokasi bencana lainnya seperti pengembangan database kebencanaan sebagai bentuk respon organisasi masyarakat sipil dalam mengawal pembangunan dan membantu korban. (m012 | Foto: WALHI)
Wali Kota Makassar Hadiri Acara Puncak Dies Natalis FH Unhas
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Prabowo dan Rosan Bahas Danantara dan Arah Investasi
Danny Pomanto Intruksi OPD Siaga Banjir 24 Jam, Beri Pelayanan Terbaik untuk Korban









