Denpasar – Dalam pidato pembukaan Kongres III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Keua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali posisi politiknya untuk tidak akan bergabung dengan kekuasaan.
Mega mengajak para kadernya untuk bersama-sama menangis sekaligus bersama-sama tertawa dengan rakyat, bukan malah bangga karena bersekutu dengan kekuasaan.
“Sebagai kader, kita harus berbangga bukan karena kita bersekutu dengan kekuasaan. Tapi ketika kita bersama-sama menangis dan bersama-sama tertawa dengan rakyat,” kata Megawati dalam pidato pembukaan Kongres III PDIP di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Selasa 6 April 2010.
Mega juga mengatakan, politik saat ini telah direduksi fungsinya hanya untuk meraih kekuasaan. Padahal, seharusnya politik dimaknai sebagai seni untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan mewujudkan kedaulatan politik berdikari dalam bidang ekonomi dan berkperibadian dalam berbudaya.
Pidato politik Megawati selama 45 menit itu merupakan sindiran tegas bagi kader PDIPÂ yang selama ini berfikir pragmatis serta berorientasi kekuasaan semata.
Dalm pidato tersebut, kalimat-kalimat mantan Presiden ke-5 RI tersebut diwarnai dengan isak tangis sang Ketua Umum di hadapan peserta Kongres III PDIP yang berlangsung 6 hingga 9 April 2010.
Dalam Kongres III di bali tersebut, Megawati Soekarnoputri hampir dapat dipastikan terpilih kembali sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2010-2015.
Hardiknas 2026, Kapolri Gaungkan Pendidikan Bermutu Wujudkan Indonesia Emas 2045
Polisi Ungkap Kasus Narkoba dan Pupuk Bersubsidi di Sidrap
Walikota Moh Ramdhan Resmikan Gereja Pantekosta Bathesda Makassar
Ketua Umum Bhayangkari Reayakan Natal Bersama Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Ucapkan Selamat Natal, Kapolri Serukan Persatuan dan Kesatuan









