Suling Air Laut, Langkah Kreatif Atasi Krisis Air

Harianto Badjoerimaiwanews – Perogram penyulingan air laut yang memanfaatkan teknologi reverse  osmosis (RO) yang dilakukan PT Pembangunan Jaya Ancol, patut mendapatkan apresiasi sebagai langkah yang kreatif atasi krisis air bersih.

Program tersebut sejauh ini mendapat dukungan sejumlah pihak seperti dari Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo, Ketua Komisi B DPRD Jakarta, Selamet Nurdin, dan Direktur Administrasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pembangunan Jaya Ancol, Harianto Badjoeri.

Menurut Badjoeri, program penyulingan air laut atau RO merupakan langkah tepat yang dilakukan PT Pembangunan Jaya Ancol. Karena, program ini tentu akan berdampak positif bagi masyarakat Jakarta.

Menurut Bajoeri, penyulingan air laut itu sebagai langkah kreatif menyikapi krisis air yang selama ini terjadi. Suplai air itu tugasnya operator,  jika operator tidak mampu, ide-ide kreatif seperti itu kan harus dikembangkan.

“Kami justru ingin mengajak Aetra bisa menyuling air laut,” ujar mantan kepala Satpol Pamong Praja (PP) Harianto Badjoeri, Minggu, 27 Juni 2010.

Program Penyulingan air laut itu tidak hanya sebagai alternatif solusi keterbatasan pasokan air, lanjut Badjoeri seperti dikutip dari beritajakarta.com, tetapi juga dalam jangka panjang sebagai langkah antisipasi krisis air yang mengancam kawasan ibu kota saat ini.

Berdasarkan analisis kebutuhan air di DKI, defisit air baku akan terjadi sepanjang tahun. Tahun ini saja, defisit air mencapai 6.857 liter per detik. Lalu pada tahun 2015 diperkirakan akan terjadi defisit sekitar 13.045 liter per detik. Kemudian pada 2020, defisit akan mencapai 28.370 liter per detik.

Padahal jika Waduk Jatiluhur bermasalah seperti sepanjang awal tahun hingga Mei lalu, ancaman krisis air pun semakin tinggi. Apalagi Tangerang yang selama ini memasok air sebanyak 2.700 liter per detik, berencana menghentikan pasokan air pada 2020 mendatang.