Greenpeace Tuding Sinar Mas Menghancurkan Hutan Alam dan Gambut

greenpeace-report-how-sinarmas-pulping-the-planet-maiwanews.comMaiwaNews – Organisasi lingkungan Greenpeace menuding Divisi pulp and paper Sinar Mas Group di Indonesia melakukan penghancuran terhadap hutan alam dan gambut. Menurut Greenpeace dalam situs resminya upaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengurangi emisi gas rumah kaca Indonesia dari deforestasi di bawah kesepakatan senilai US$ 1 miliar dengan Norwegia bisa sia-sia jika moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan tidak memasukkan penghancuran hutan dan lahan gambut yang sudah dan sedang terjadi saat ini.

“Jutaan hektar hutan – termasuk ratusan ribu hektar yang berada di bawah kekuasaan Sinar Mas – tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Norwegia. Celah ini bisa membuat sia-sia semua upaya untuk mengurangi emisi Indonesia. Presiden Yudhoyono harus segera melakukan implementasi moratorium pada semua perusakan hutan dan memastikan perlindungan menyeluruh terhadap lahan gambut. Hanya dengan cara itu kita bisa memastikan Indonesia bisa menurunkan emisi gas rumah kaca,” ujar Bustar Maitar, Juru kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Sebuah laporan berjudul “How Sinar Mas is Pulping the Planet” yang dirilis Greenpeace mengungkap bagaimana Sinar Mas melakukan penghancuran hutan dan membawa keanekaragaman hayati menuju kepunahan.

Pihak Divisi pulp and paper Sinar Mas menolak kebenaran laporan tersebut, menurut Direktur Keberlanjutan dan Pelibatan Stakeholder APP, Aida Greenbury, sebagaimana dilaporkan Metro TV mengatakan laporan dari Greenpeace itu tidak logis, laporan bias dan tidak berdasarkan riset yang benar.

Menurut Aida, tudingan Greenpeace dalam laporannya bahwa APP berencana meningkatkan kapasitas produksi pulp menjadi 17,5 ton per tahun sangat tidak logis, karena untuk menghasilkan 17,5 juta ton pulp dibutuhkan 6 juta hektar lahan hutan tanaman industri, sementara alokasi pemerintah untuk HTI hanya 10 juta hektar. Tidak mungkin 6 juta dari 10 juta hemtar tersebut dialokasikan bagi Asia Pulp and Paper.