maiwanews – 17 persen warga London terdeteksi positif COVID-19, sementara untuk keseluruhan Inggris 5 persen penduduknya terpapar virus tersebut. Angka ini berdasarkan sebuah studi antibodi dalam skala kecil.
Hasil studi antibodi skala kecil tersebut merupakan upaya pengembangan uji antibodi dibawah pembiayaan pemerintah Inggris. Hasil ini belum cukup untuk diterapkan dalam uji klinis. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock hari Kamis 21 Mei.
Masyarakat umum hanya bisa mengetahui apakah mereka terpapar Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kalau menjalani tes antibodi dalam skala besar.
Karena itu Menteri Hancock mengatakan Inggris telah menandatangi kontrak dengan perusahaan farmasi Roche & Abbot. Kerjasama ini akan menyediakan lebih dari 10 juta uji antibodi. Tes antibodi tersebut akan diadakan bertahap mulai pekan depan. Para pekerja medis akan dites terlebih dahulu kemudian para pasien.
Terkait jumlah pasien korona di rumah sakit, Menteri Hancock mengatakan ada penurunan sejak pekan lalu sebanyak 14 persen. Lebih dari 3 juta orang telah menjalani tes dan sekitar 250.000 orang diantaranya dinyatakan positif.
Korban jiwa akibat pandemi korona di Inggris telah mencapai sebanyak 36.042 orang, naik sebanyak 338 orang sejak Rabu lalu. (VoA/ti/ii)
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
Kolaborasi Pemkot Makassar, Forkopimda dan Relawan Pulihkan Kelurahan Katimbang Terdampak Banjir
Presiden Gelar Sidang Kabinet Paripurna Terakhir di IKN









