5 Hal yang Diperjuangkan Indonesia di New York

maiwanews – Delegasi Indonesia di forum PBB New York yang dipimpi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah berhasil menunaikan tugasnya. Sebanyak lima kepentingan atau sasaran yang diperjuangkan delegasi Indonesia di New York.

Hal itu disampaikan Presiden SBY dalam keterangan persnya di Hotel Millenium, Un Plaza, Jumat (28/9) pagi waktu setempat. Saat memberi keterangan, SBY didampingi Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono.

Selain Ibu Ani, turut mendamingi antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menperin MS. Hidayat, Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Wantimpres Hassan Wirajuda, Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto, Utusan Khusus Presiden untuk MDGS Nila Moeloek, Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal, dan Wakil Tetap RI untuk PBB Desra Percaya.

Berikut lima poin perjuangan delegasi Indonesia selengkapkapnya yang disampaikan SBY:

Pertama, Kerjasama ekonomi utamanya investasi, perdagangan, energi, dan lain-lain.

Kedua, kerjasama bidang non ekonomi diantaranya dengan MCC yang menghasilkan hibah kepada Indonesia sebanyak 600 juta dollar, dengan Ford Foundation yang selama ini bekerja sama dengan kita akan meneruskan kerja sama di bidang pembangunan, dengan World Food Program untuk meningkatkan kerja sama di bidang pangan, dengan Soros Foundation yang selama ini bekerja sana dan membantu Indonesia untuk menjalin kerja sama di bidang perlindungan hutan.

Ketiga, menyukseskan misi PBB khususnya misi panel yang telah dibentuk oleh Sekjen PBB untuk merumuskan dan menghasilkan kerangka kerjasama yang baru, The Post 2015 Development Agenda.

Keempat, perluasan peran internasional Indonesia yang konstruktif di berbagai forum global yakni Open Government Partnership yang tahun ini kekuatannya sudah bergeser ke Meksiko, Indonesia, dan Inggris yang sebelumya hanya di Brasil dan Amerika Serikat.

Forum ini kata SBY sebagaimana dikutip dari situs presidensby, Indonesia sangat berkepentingan memastikan bahwa pemerintahan di negara demokrasi itu transparan, melibatkan partisipasi publik, dan juga mengembangkan sejumlah inovasi agar pemerintah betul-betul efektif menjalankan tugasnya dengan penuh akuntabilitas.

Kelima, menyampaikan pandangan, pemikiran, dan usulan Indonesia menyangkut isu global melalui sejumlah forum penting di PBB.