maiwanews – Hingga kini, sebanyak 96 orang korban gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, belum juga ditemukan oleh tim penyelamat.
“96 orang korban tsunami yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, belum ditemukan Tim SAR,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar, Ade Edwar, di Padang, Senin, 1 November 2010.
Sebelumnya diberitakan, gempa 7,2 skala Richter disusul gelombang tsunami di Kabupaten Kepuluan Mentawai pada Senin (25/10), menyebabkan 449 orang meninggal dunia, 96 hilang, 270 orang luka berat, 142 orang luka ringan, dan 14.983 jiwa mengungsi.
Ade Edwar mengatakan, korban bernama Nelli (19) warga Malakopak, Pardamaian (26) warga Dusun Eruk Parabout, Desa Malakopak, Melda Yanti (12) warga Muntee, Kabupaten Mentawai, saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat M Jamil Padang.
Selain itu, seorang bayi lahir pascagempa dan tsunami di Kabupaten Mentawai dan belum diberi nama, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum M Jamil Padang.
Tim SAR dibantu para relawan masih terus melakukan pencarian terhadap korban meninggal dunia maupun warga hilang sambil menyalurkan bantuan yang telah diterima dari sejumlah pihak baik pemerintah, swasta, maupun LSM.
Sedikitnya 6 buah helikopter dari PMI, SAR, dan TNI diterjunkan untuk membantu mendistribusikan bantuan kepada pengungsi.
Keberadaan helikopter tersebut sangat dibutuhkan mengingat gelombang laut dan kondisi cuaca sangat menghambat upaya distribusi bantuan, evakuasi, dan pencarian korban.
Selain korban manusia, dilaporkan 517 rumah dan 2 resort rusak berat, 204 rumah dan 4 rumah dinas rusak ringan. Sementara 1 unit kapal pesiar terbakar, 1 unit kapal pesiar juga mengalami rusak ringan. 7 buah jembatan juga dilaporkan mengalami kerusakan.









