Menangkap Sinyal SDM Kepedulian Terhadap Hutan di Hari Suci

Ada-ada saja yang dilakukan oleh Asper Bangilan BKPH Budiman, S, hut, setelah sukses menggali potensi mengelola wisata Nganget dengan berpenghasilan diatas Rp 100 jutaan, dan saja beberapa bulan yang lalu telah menuntaskan berbagai masalah tenurial di wilayahnya.

Kini dalam bulan suci Ramadhan bulan yang penuh hikmah, dia melakukan safari Ramadhan yang terbilang cukup unik yaitu melaksanakan pembinaan mental terhadap SDMnya melaui tarwih berjam’ah di hutan. Dan uniknya lagi menu buka puasa bersama berupa masakan yang dibuat sederhana dan sebisanya mandor polter / tanam BKPH ini. Agendanya dia akan memberiakan aprirori dengan jalan di lombakan berhadiah.

Saat ditanya Bina mulai kapan dia mengadakan acara seperti ini dan apa tujuannya?
Asper kelahiran kota Tasikmalaya ini, menceritakan bahwa ketika menjabat Asper/KBKPH di Bancar tahun 2006, KPH Jatirogo selalu mengadakan acara ‘Tarling’ (Tarwih Keliling) sekaligus berdakwah dilaksanakan dari mushola ke mushola yang ada di Desa Sekitar Hutan, ini dikandung maksud untuk mengambil simpati hati masyarakat desa hutan agar turut serta menjaga hingga hatinya bisa mencintai kelestarian hutan.

Semua kegiatan ini, dikomentari oleh Koordinator Wartawan Daerah Bojonegoro dan sekitarnya yaitu ; Media ‘TIPIKOR’ (Tindak Pidana dan Korupsi), Yoi (40). “Betul mas, Asper ini waktu puasa tahun kemarin saja saya melihat langsung saat dia melakukan tarawih keliling di desa-desa dekat hutan KPH Jatirogo, tepatnya desa sekitaran hutan wilayah BKPH Sekaran. Jarang sekali ada karyawan Perum Perhutani mementingkan sosialisasi agamanya,” ujarnya.

“Sedangkan sekarang di BKPH Bangilan ini, dimana saya bertugas mulai tahun 2007 hingga sekarang, dilaksanakan dari pos PTM hingga ke pos PTM lainnya, hal ini tentunya untuk mengontrol sekaligus melihat situasi kondisi kemanan hutan setempat,” tuturnya.

Kemudian saat ditanya apa manfaat serta tujuannya diadakan acara seperti itu? “Begini Mas, tugas kita sebagai abdi negara ataupun abdi karyawan perusahaan haruslah berhati mulya. Kenapa saya katakan begitu? Alasannya yang kita bangun adalah hutan (kumpulan pepohonan) yang merupakan penyangga kehidupan. Coba kita amati, hutan ini sebagai pengatur tata air, mengeluarkan oksigen, penahan angin, sebagai habitat berbagai macam binatang termasuk tumbuhan liar (seperti kunci, jamur, dll), menghasilkan rencek, kayu, getah, daun, dll, dan ini sangat diperlukan untuk kehidupan manusia. Jadi bisa dibayangkan kalau hutan ini rusak/hancur, semua aktivitas manusia pasti akan tergannggu (rutinitas kerja, bersekolah, pengajian,dll).

Nah tentunya hutan ini bisa berfungsi dengan baik, harus didukung oleh SDM atau petugas yang beriman/bertaqwa. Salah satu upaya peningkatan imtaq (iman dan taqwa) adalah melalui pembinaan mental berupa ceramah agama dan shalat berjama’ah di pos-pos ptm (fastabiqul khoirot). Insan yang bertaqwa selain dia rajin berikhtiar semaksimal mungkin untuk membangun dan menjaga hutan, dia pasti tidak lupa untuk senantiasa “melibatkan” Tuhan yang tidak pernah tidur (Allah Swt) sebagai “mitranya” untuk “turut serta” menjaga dan membangun hutan. Singkat kata HUTAN tidak boleh terlepas dari TUHAN untuk mengusir HANTU yang merusaknya.

Ada kira-kira pesan untuk rekan rimbawan lainnya? Rasululllah Saw bersabda “Barangsiapa menanam pepohonan dan menjaganya dengan sabar, serta merawatnya hingga berbuah, maka segala sesuatu yang menimpa terhadap buah-buahnya akan dianggap shodaqoh di jalan Allah”.

Saya berpendapat bahwa selama pohon yang kita tanam, kemudian kita jaga dan merawatnya dengan baik sehingga menghasilkan manfaat (berupa buah,daun, kayu, oksigen, dll), maka selama pohon itu bermanfaat,maka pahalanya tidak pernah putus walau dia sudah purna tugas di dunia alias mati. Mudah-mudahan kita bisa mengamalkannya dengan baik. Amiin. Wallohu ‘alam Bissowab. Slamet Riyadi

Budiman, Shut, Asper BKPH Bangilan

Ceramah di depan SDM BKPH Bangilan bersama Waratawan ‘TIPIKOR’