Damien: Berita Kasus Ciketing Sepihak, Hanya dari HKBP

damien-dematramaiwanews – Kordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra menyatakan, informasi yang beredar di masyarakat luas terkait kasus jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bekasi pada Minggu, 12 September 2010, baru berasal dari satu pihak.

Damien menyayangkan bahwa selama ini media cenderung memberitakan hanya dari pihak jemaat HKBP saja. Menurut Demien, untuk mencari tahu akar persoalan yang sebenarnya, informasi harus bersumber dari dua arah.

“Sebetulnya saya tak perlu mengomentari dan kita juga tahu bahwa pemberitaan selama ini satu arah. Kalau cuma satu arah itu tidak adil,” kata Damien, usai melaksanakan pertemuan dengan wakil umat Islam Kota Bekasi.

Menurut Damien, versi teman-teman Muslim dan masyarakat setempat tidak diangkat media. “Kita mau klarifikasi apa yang terjadi menurut teman-teman Muslim dan warga agar tahu masalahnya di mana,” kata Demien.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Jakarta Selasa, 14 September 2010, Damien secara tegas menyatakan harus ada investigasi. Bila tidak dengan cara itu, persoalannya tidak akan selesai.

Investigasi dilakukan dengan mendatangi Front Pembela Islam karena di media ada tuduhan ormas tersebut terlibat selanjutnya dilakukan klarifikasi balik ke HKBP dan kini bertemu dengan umat di Kota Bekasi untuk diklarifikasi sebelum dibawa ke pertemuan antara kedua belah pihak.

Ia menyatakan, dalam setiap konferensi pers, semua klarifikasi itu terbuka untuk umum. “Kita tidak mau ada yang ditutup-tutupi biar pers menilai kenapa kita ajak media agar duduk permasalahannya jelas,” tegasnya.

Pihaknya tidak ingin warga diadu domba dan dimanipulasi oleh kepentingan tertentu. Kuncinya adalah keterbukaan akan jelas dan umat beragama jangan mau diadu domba.

Ia menegaskan, pemerintah harusnya bersuara dan menangani masalah ini jauh-jauh hari sebelum peristiwa itu terjadi. “Seharusnya dari awal dan sebelum meletup diselesaikan dahulu agar tak terjadi yang parah dikemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Forum Umat Islam Kota Bekasi sekaligus mewakili umat Islam Kota Bekasi, Salih Mangara Sitompul menyatakan, persoalan itu adalah insiden yang terjadi ketika ratusan jemaat HKPB berjalan kaki dari Jalan Puyuh Raya ke lokasi peribadatan di Ciketing Asem yang berjarak 3 Km.

Di tengah perjalanan, jemaat bertemu dengan warga yang kini dijadikan tersangka oleh polisi dan terjadilah peristiwa bentrokan itu hingga jatuh korban di pihak jemaat. Sedangkan dari masyarakat setempat, lanjut Salih, korbannya bernama Ismail menderita luka di kepala dan dijahit serta Ade Firman luka dalam di lengan.

“Sayangnya fakta ini tidak diberitakan. Ini tidak adil,” kata putra Batak yang juga kuasa hukum warga Mustika Jaya Bekasi itu menyayangkan pemberitaan yang hanya bersumber dari satu pihak yakni HKBP saja.

Menyikapi berita sepihak dari HKBP itu, pada Jumat, (17/9) belasan ribu umat Islam Kota Bekasi melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut pemberitaan media yang seimbang, tidak hanya berasal dari pihak HKBP saja.

Menurut para pengunjuk rasa, pemberitaan tentang insiden penusukan jemaat HKBP Ciketing selama ini cenderung memojokkan Umat Islam dan Pemerintah Kota Bekasi.