maiwanews – Akibat Pratu S dituding telah memukuli beberapa orang pendulang emas, Ratusan warga sesama pendulang datang dengan membawa senjata tajam mendatangi Pratu S lalu melakukan penganiayaan terhadap Anggota TNI itu, Minggu, 19 September 2010.
Akibat dari penganiayaan itu, korban Pratu S mengalami luka cukup parah pada bagian kepala, punggung kanan, luka lengan kanan, lutut kiri dan muka bawah mata kiri.
Untuk mengusut peristiwa itu, Detasemen Polisi Militer (Denpom) VII/2 Palu, Sulawesi Tengah memeriksa tiga anggota TNI terkait kasus penganiayaan oleh Pratu S, oknum anggota TNI AD, terhadap warga di Desa Toili, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.Â
“Kami telah memeriksa tiga anggota yakni Pratu Syamsul Arifin, Kopka Daniel Sumampouw dan Pratu James Damopoli sebagai saksi,” kata Komandan Detasemen POM (VII/2 Palu Letkol CPM Bambang Hariyanto di Palu, Rabu, 22 September 2010.
Menurut Bambang, pemeriksaan terhadap ketiga anggota TNI itu dilakukan karena saat kejadian mereka ada di lokasi. Kata dia, saat ini kasus penganiayaan oknum anggota TNI itu telah ditangani Sub Denpom Luwuk, Kabupaten Banggai.
Pemeriksaan masih akan terus berlanjut, namun menurut Bambang, Pratu S yang diduga terlibat penganiayaan belum bisa dimintai keterangan karena saat ini masih dirawat di RSUD Luwuk akibat penganiayaan oleh sekelompok warga.
Warga menyerang Pratu S sebagai balasan karena oknum ini sebelumnya menganiaya beberapa warga. Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap warga yang terkait kasus ini juga belum dilakukan karena usai kejadian, massa langsung menghilang.
“Semuanya menghilang setelah kejadian, padahal kita butuh sekali keterangan dari warga untuk mengetahui duduk perkaranya,” katanya.
Pratu S diduga menganiaya beberapa warga yang bekerja sebagai pendulang emas di Toili itu, Sabtu sore, 18/ September 2010 sekitar pukul 17.00 Wita.
Saat itu, Pratu S sedang mengawasi lokasi tambang milik Umar dan Syam. Beberapa pendulang masuk ke lokasi tambang yang diawasi Pratu S dan mengambil material berisi emas.
Pratu S yang melihat ulah warga yang masuk lokasi tambang tanpa izin itu, dengan segera menghampiri dan memukuli beberapa orang pendulang.
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Danlantamal VI Ajak Insan Pers Olahraga Fun Shooting
Prajurit Lantamal VI Makassar Selamatkan penumpang di Area Pelabuhan kapal Makassar
Scholz Kunjungi Magdeburg Setelah Serangan Pasar Natal
Kota Makassar Raih Penghargaan Implementasi KTR









