maiwanews – Situasi Tarakan hingga kini makin mecekam, ratusan massa berseliweran dengan membawa parang dan berbagai senjata tajam lain dan membakar rumah warga.
Sedikitnya dua toko dan satu masjid dibakar oleh salah satu kubu yang bertikai.
Akibatnya, kota Tarakan lumpuh total, seluruh warga tidak diperbolehkan keluar atau masuk ke Tarakan, kecuali aparat keamanan. Aktivitas ekonomi dan pendidikan menjadi berhenti, sehingga sekolah diliburkan dan pedagang memilih menutup toko mereka lebih awal.
Ketegangan baru tersebut muncul menyusul dua korban yang tewas mengalami luka bacok dan sabetan pedang dalam bentrok susulan antaretnis di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (28/9) sekitar pukul 21.00 Wita.
Bentrok susulan yang terjadi di simpang tiga depan Grand Mal Tarakan itu, juga melukai enam orang lainnya, diantaranya luka dengan kondisi telinga hampir putus, tangan hilang, dan luka bacok di kepala.
Awalnya mereka saling memancing, seorang warga suku Bugis mendekati kubu masyarakat Dayak Tidung di sekitar Simpang Tiga. Saat dikejar, pemancing itu kemudian lari ke arah jalan Selumit.
Di jalan Selumit, sudah menunggu kelompok warga Bugis dan langsung menyerang para pengejar. Akibatnya, dua orang warga yang diduga dari kelompok penyerang bernama Amin dan Lanun, tewas setelah terdesak ke lorong-lorong di sekitar daerah tempat tinggal etnis Bugis.
Saat bentrokan kembali terjadi, tidak tampak adanya aparat keamanan yang mencoba melerai maupun membubarkan massa yang saling serang itu.
Saat ini, Kepolisian Resor Kota Tarakan, Kalimantan Timur, menahan tiga tersangka pembunuhan terhadap seorang pemuka masyarakat setempat yang menjadi pemicu kerusuhan.
Ketiga yang dirahan itu ialah Br (20), Aa (16), dan Ln (20). Merka disangka mengeroyok dan menganiaya Abdullah (45) hingga tewas dengan sejumlah luka tusukan.
Ratas di Hambalang, Presiden Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Bareskrim Telusuri Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Seragam PDL jadi pelampung Prajurit TNI AL Lantamal VI Selamatakan Nelayan Tenggelam
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina









