Bojonegoro-Kebakaran hebat terjadi di Desa Cendono, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (30/9/2010). Tiga rumah hangus.
Kejadian tersebut mengagetkan warga di desa tersebut yang sedang tertidur pulas. Bahkan, banyak warga kebingungan akibat tidak mengetahui asal mula kebakaran.
Menurut saksi mata, api pertama kali diduga kuat berasal dari rumah milik Suwardi. Walaupun sempat tenang, api yang tertiup kencangnya angin membuat merambah ke rumah lainnya. Akibatnya, dua rumah disampingnya juga terkena kobaran api.
Menurut keterangan Suwardi, saat itu dirinya terbangun hendak ingin salat Tahajud. Namun, ia terkejut saat melihat api yang membakar di bagian ruang tengah rumahnya. “Kami awalnya tidak mendengar apa-apa, karena sedang terlelap tidur,” katanya.
Melihat api berkobar, ia panik dan berteriak. Selain itu, seluruh keluarganya langsung dibangunkan untuk menyelamatkan diri. “Sebisa mungkin barang yang berada di rumah kami keluarkan,” jelasnya.
Walaupun begitu, api terus membesar dan menghanguskan beberapa barang miliknya. Tak hanya itu saja, rumah di samping Suwardi juga terkena imbasnya. Beruntung, sebuah mobil tanki isi ulang melintas dan warga yang mendengar teriakan dari Suwardi terbangun dan bergegas mencari air untuk memadamkan.
Karena banyaknya warga yang gotong-royong, akhirnya api cepat dipadamkan. Sementara itu, jauhnya lokasi kebakaran dengan pusat pemadam kebakaran (PMK) Pemkab Bojonegoro, membuat mobil pemadam telah kedatangannya.
Seperti diketahui tempat kejadian perkara (TKP) berbatasan langsung dengan Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sementara itu Kapolsek Padangan, AKP Usman menegaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar saat kebakaran sudah membesar. Beberapa petugas langsung ke TKP dan berusaha ikut melakukan evakuasi korban dan barang-barangnya. “Untungnya, api bisa cepat dipadamkan bersama-sama,” jelasnya.
Ditanya mengenai penyebab kebakaran, Usman mengaku kurang mengetahuinya. Sebab, petugas kepolisian sejauh ini masih melakukan penyelidikan di lapangan. “Api cepat membesar, karena rumah korban terbuat dari kayu,” terangnya.
Sedangkan kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan kerugian mencapai Rp 85 juta. Jumlah tersebut masih taksiran sementara, karena korban beserta keluarganya masih shock. “Nanti jika sudah diketahui penyebabnya, akan langsung kami beritahukan,” sambungnya. memet









