maiwanews – Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Marty Natalegawa menyatakan Indonesia mendukung Iran untuk melakukan tes nuklir dengan tujuan damai.
Menurut marty, jila ada masalah yang timbul dalam pelaksanaan, seharusnya dapat diselesaikan melalui perundingan dan dialog, bukan dengan sanksi apalagi dengan kekerasan.
“Bukan menggunakan kekerasan, bahkan menggunakan sanksi terhadap negara mana pun juga,” kata Marty usai mendampingi Presiden menerima utusan khusus Presiden Republik Islam Iran di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 1 September 2010.
Kedatangan utusan khusus Presiden Republik Islam Iran itu juga untuk mengantarkan surat kepada Presiden dari Presiden Iran Ahmadinejad, tidak diketahui isi surat tersebut.
Namun menurut Marty, Iran berkomitmen mengembangkan teknologi nuklir untuk maksud damai serta menentang proliferasi senjata nuklir.
Hadir dalam kesempatan itu, Chairman of the Commission for the Foregin Affairs and National Security of Islamic Consulvative Assembly of the Islamic Republic of Iran, Special Envoy of the President of the Islamic Republic of Iran Alaeddin Boroujerdi, Dubes Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh, Sekretaris Komisi Luar Negeri Fazlullah Baghestani, Deputy Chief of the Mission of the Embassy of the Islamic Republic of Iran Mahmoud Mozaffari.
Selain Menteri Luar Negeri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi juga oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Khamenei Minta Militer Iran Tingkatkan Kemampuan
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari
Zelenskyy Bertemu Menlu Lithuania, Bahas Dukungan untuk Ukraina
Indonesia-Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Keagamaan dan Pendidikan
Indonesia-Jepang Tandatangani dan Bertukar Nota Pinjaman 90 Miliar Yen









