maiwanews – Sedikitnya 25 orang dinyatakan meninggal dunia akibat tabrakan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KA Senja Utama di Pemalang pada pukul 03.00 WIB, Sabtu, 2 Oktober 2010.
Semua korban tewas tersebut serta sejumh orang terbakar dan mengalami patah tulang telah dibawa ke Rumah Sakit Santa Maria, Pemalang, Jawa Tengah. Korban umumnya terjepit besi kereta yang hancur.
Sebagian besar korban adalah penumpang KA Senja Utama yang berada di gerbong 8 dan 9, yakni gerbong yang berada paling belakang. Kedua gerbong tersebut dalam kondisi rusak parah termasuk gerbong 7.
Tabrakan terjadi ketika KA Senja Utama sedang berhenti di stasiun Petarukan yang kemudian ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang sedang melaju menuju Surabya.
Menurut Direktur Utama PT KA, Ignatius Johan, tabrakan terjadi diduga karena masinis KA Argo Bromo Anggrek melanggar sinyal untuk berhenti, namun kereta tersebut malah melaju.
Saat ini, pihak PT Kereta Api sedang dilakukan upaya evakuasi terhadap gerbong yang rusak tersebut untuk mengindari kemacetan di jalur itu.
Sementara KA Senja Utama melanjutkan perjalanan ke Semarang setelah melepaskan tiga buah gerbong yang mengalami kerusakan.
Diantara 25 korban tewas, beberapa orang diantaranya telah teridentifikasi yakni Ismail Azhar, warga Jakarta Utara, Maryono, warga Bekasi, Heri Pramono, anggota TNI, Dewi Kasih, warga semarang, Budi Setiawan, Heriyanto, dan seorang anak kecil yang belum diketahui identitasnya.
Sementara belasan korban luka dirawat di RS Santa Maria:
1. Ade Suherman
2. Sukarman
3. Novia Indrawati
4. Sri Muryati
5. Puan Ridho Bahtiar
6. Muhamad Tantowi
7. Sunaryo
8. Riski Rahim
9. Halimi
10. Sugianto
11. Agung Yulianti
12. Bayu S
13. Sri Suryati
14. Ismail Anwar
Prabowo Tegaskan Komitmen Kedaulatan Pangan
Porsche Pertahankan Tren Positif Jelang E-Prix Shanghai
Danlantamal VI Tinjau Kesiapan Personel Gabungan Pengamanan Hari May Day
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Data Operasi Damai Cartenz-2025, Bentrokan Pilkada Di Mulia: 12 Meninggal









