Banjir Bandang Wasior Tewaskan Lebih 64 Orang

banjir-bandangmaiwanews – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan, korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Wasior, ibu kota Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, menjadi 64 orang.

Korban tewas diperkirakan akibat tenggelam dan terseret arus yang juga membawa kayu gelondongan serta bebatuan berukuran besar dari telaga di atas gunung.

“Data tersebut merupakan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Korban luka-luka disebutkan meningkat jadi sebanyak 91 orang,” kata Agung Laksono di Jakarta, Rabu, 6 Oktober 2010.

Namun, kata Agung, dia masih belum mendapatkan data terbaru mengenai jumlah warga yang mengungsi. Sementara sebuah laporan menyebut jumlah tewas telah mencapai 86 orang.

“Hingga hari ini belum ada laporan mengenai jumlah warga yang mengungsi karena berdasarkan informasi yang saya terima dari BNPB dan pemerintah provinsi menyebutkan bahwa banjir sudah mulai surut,” kata Agung.

Untuk pertolongan, Agung mengatakan, BNPB telah mengirimkan tiga tenda pleton, 80 tenda keluarga, 200 tenda gulung, 60 tempat tidur darurat, 500 paket pakaian, 150 paket perlengkapan bayi dan anak, 100 tikar, 2.250 paket makanan siap saji, dan 2.500 kilogram obat-obat dari Kementerian Kesehatan.

Banjir bandang tersebut diakibatkan oleh hujan deras telah mengguyur wilayah itu sejak Minggu (3/10) hingga Senin (4/10).

Menurut Agung, banjir bandang tersebut mengakibatkan berbagai kerusakan infrastruktur di antaranya jembatan, sekolah, dan beberapa rumah, termasuk rumah sakit.

“Mewakili pemerintah pusat sebagai Menko Kesra dan secara pribadi, saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi para korban banjir,” kata Agung.