maiwanews – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, 80 persen pertumbuhan investasi dilaksanakan di Jawa selama lima tahun terakhir, yakni dari 2005 hingga 2010.
Gita Wirjawan mengatakan, perimbangan investasi yang ada di Jawa dan luar Jawa masih sangat timpang. Hal itu diungkapkan Gita Wirjawan di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa, 12 Oktober 2010.
Menurutnya, kondisi pertumbuhan investasi yang masih terpolarisasi di Jawa menggambarkan bahwa belum ada pemerataan dalam investasi. Karena itu, BKPM akan terus berupaya agar pertumbuhan investasi baik dari asing maupun dari dalam negeri, mengarah ke luar Jawa.
Investasi yang belum merata tersebut akan diarahkan ke kawasan Indonesia Timur. Karena menurut Gita, bahkan sisa 20 persen investasi di luar Jawa itu, masih didominasi daerah Sumatra dan Kalimantan.
Sebenarnya, lanjut Gita, sejak awal tahun, pihaknya sudah berupaya agar realisasi investasi bisa merata di seluruh Indonesia terutama wilayah Indonesia Timur dan hasilnya cukup signifikan.
“Selama semester I 2010 investasi luar Jawa naik menjadi kisaran 35 persen. Nah, ke depan kami minta masukan di mana wilayah luar Jawa yang potensial untuk investasi,” kata Gita.
Langkah yang dilakukan BKPM adalah menggalakkan road show ke seluruh provinsi di Indonesia, melakukan diskusi dengan pihak pemerintah setempat dan melihat sejauh mana potensi investasi yang ada di daerah itu.
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Prabowo Pimpin Ratas, Bahas Percepatan Hilirisasi
Prabowo Subianto Sambut Kedatangan Presiden Erdogan di Bandara Halim









