Energi Polri Terkuras Lagi Untuk Susno

Jakarta – Sejak beberapa bulan terakhir, energi Polri benar – benar terkuras mengurusi beberapa hal yang menjadi sorotan luas  masyarakat secara berturut – turut. Dimulai sejak kasus Antasari yang masih berlangsung hingga sekarang, kasus Bibiet Chandra, pengakuan mengejutkan Williadi W, hingga yang terakhir kesaksian Susno Duadji di sidang kasus pembunuhan Nasruddin dengan tersangka Antazari.

Soal kesaksian mantan Kabareskrim yang dinilai menyulitkan posisi Polri, sekaligus menguntungkan Antasari Azhar, membuat Polri benar – benar ‘sibuk’ . Namun yang mengejutkan bahwa dua tim yang menangani kasus Susno yakni Divisi Propam yang dipimpin Kadiv Propam Irjel Pol. Oegroseno dan tim klarifikasi yang dipimpin Kaba Intelkam Irjen Pol. Saleh Saaf yang dibentuk Kapolri menghasilkan rekomendasi yang sangat berbeda. 

Seperti diketahui, Oegroseno , mengatakan bukti pelanggaran kode etik telah didapatkan dan sidang akan segera digelar, anggota timnya masih terus bekerja mengumpulkan bukti – bukti lain.

Sementara Saleh Saaf justru mengatakan Kehadiran Susno di persidangan Antasari tidak melanggal hingga sidang kode etik tidak perlu dilaksanakan, menurut Saleh, waktu yang dipergunakan Susno dalam bersaksi  bukan jam dinas.

Dua rekomendasi berbeda yang disampaikan dua jenderal bintang tiga ini, bukan hanya membingungkan, tetapi sudah barang tentu sangat menguras energi Kapolri dan Polri secara keseluruhan. Apalagi posisi Susno di mata publik makin menguntungkan terlebih setelah merebaknya berita penarikan fasilitas Polri yang melekat di Susno serta adanya indikasi ancaman pembunuhan terhadap diri dan keluarga Susno.

Terlepas benar tidaknya apa yang disampaikan Susno, publik selama ini memiliki logika kebenarannya sendiri, terlebih lagi karakter melankolis yang dominan di masyarakat kita, pendekatan Polri dalam menangani Susno, jutru membalikkan Pati non job itu pada posisi  ‘teraniaya’.