maiwanews – Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengatakan, korban tewas akibat erupsi Gunung Merapi mencapai 73 orang, bedasarkan data Jumat, 5 November 2010 pagi.
Letusan Merapi yang terjadi Kamis, 4/11 sekitar pukul 23 45 itu, menurut Agung Laksono, juga menyebabkan sedikitnya 100 orang mengalami luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya.
“Saat ini kondisi di Merapi sudah cukup memprihatinkan,” kata Agung Laksono di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 5 November 2010.
Sementara dari Yogyakarta dilaporkan, kondisi mayat korban cukup mengenaskan, hampir semua hangus dan saling menempel kulit antar satu jenazah dengan jenazah yang lain, sehingga sulit untuk didentifikasi.
“Sebagian besar bahkan sudah tidak berbentuk hingga sulit untuk kita identifikasi,” kata dokter DVI (Disaster Victim Identification) Polda DI Yogyakarta dr. Agung Hadi Wijanarko, kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat, 5 November 2010.
Berbeda dengan jumlah korban yang disampaikan Agung, jumlah korban tewas yang ada di RS DR Sardjito Yogyakarta sebanyak 48 orang. Data korban diperkirakan terus bertambah, karena evakuasi korban ke RS Sardjito masih terus berlangsung.
Terkait peningkatan aktifitas Gunung Merapi yang akhirnya menelan korban lagi yang cukup banyak itu, zona bahaya yang semula ditingkatkan dari 10 kilometer menjadi 15 kilometer, diperluas lagi menjadi 20 kilometer.









