Akan Ditindak Pengusaha yang Gunakan Jasa Preman

irjen-sutarmanmaiwanews – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman berjanji akan menindak tegas para preman yang melakukan pelanggaran hukum dalam menjalankan tugasnya sebagai debt collector (penagih utang) di sebuah perusahaan.

Hal tersebut ditegaskan Sutarman menanggapi kasus bentrokan antara FBR dengan sejumlah debt collector yang ditugaskan PT Oto Multi Artha di komplek Ruko Cempaka Mas, Kamis, 9 Desember 2010 siang.

Sutarman menambahkan, tak hanya itu, para pengusaha yang menyuruh para debt collector itu yang kemudian melakukan pelanggaran hukum dalam kegiatan operasionalnya, juga diancam akan ditindak. Menurutnya, baik yang melakukan ataupun yang menyuruh hukumnya sama.

“Para direktur yang menggunakan jasa preman itu, kalau terbukti preman itu disuruh, baik yang melakukan ataupun yang menyuruh hukumnya sama, akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Sutarman kepada wartawan, Jumat, 10Desember 2010.

Kapolda menjelaskan, pihaknya telah mengamankan 6 tersangka yang merupakan debt collector PT Oto Muliartha dalam bentrokan yang menyebabkan 3 orang terluka. “Berikutnya saya akan tangkap, siapa yang menyuruh dia, entah itu perusahaan-perusahaan apa yang suruh,” katanya menegaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa bentrokan di kantor leasing PT. Oto Multiartha di Ruko Cempaka Mas Blok B-34, Kamis, dipicu penyitaan sebuah mobil Suzuki APV bernomor polisi B 1689 VFB. di tol Tangerang karena tertunggak cicilan.

Dalam penyitaan itu, debt collector Oto Multiartha menurunkan penumpang mobil yang disita itu di tengah jalan. Tindakan penurunan penumpang yang kebetulan adalah salah satu kerabat anggota Forum Betawi Rempuk (FBR), membuat marah anggota FBR.

FBR kemudian menyerang kantor Oto Multiartha dengan batu dan kayu. Dalam penyerangan itu, tiga orang terluka, sementara kantor Oto Multiartha rusak serta 3 Unit mobil milik Oto Mutliartha juga ikut dirusak massa yang marah.

Namun pihak Oto Multiartha membantah telah mengambil paksa mobil Suzuki APV yang ditumpangi oleh kerabat FBR itu.