“Testimoni” Dibuka ke Publik Beberapa Hari Setelah Susno Bersaksi di Pansus

Susno DuadjiJakarta – “Testimoni” yang menurut Susno Duadji hanyalah ungkapan data sebagai kerangka buku, kini kembali menuai kehebohan kedua, setelah kehebohan pertama ketika dengan tiba – tiba Susno muncul memberi kesaksian dalam persidangan Antasari di pengadilan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Salah satu yang menarik dari  “testimoni”  Susno tersebut menyebutkan,  “ada di antara anggota KSSK yang saat itu sedang mengikuti pemilihan Wakil Presiden,  kemudian menang sehingga menunggu persiapan pelantikan akil Presiden, yang tentunya kalau disidik akan menimbulkan kehebohan, walaupun sebernarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dalam LPS senilai Rp. 6,7 Trilyun kepada Bank Century tidaklah terlalu sulit.”

“Testimoni” yang diberi judul ” Bhayangkara Sejati, Setia dan Loyal” tersebut diungkap ke publik oleh Andi Rahmat, anggota Pansus dari PKS beberapa hari setelah Susno Duadji membagikan lembaran “testimoni” itu dalam akhir rapat Pansus Bank Century 20 Januari 2010 yang dihadiri Susno.

Meskipun disebut Andi Rahmat bahwa “testimoni” itu hal biasa saja karena hanya menyebut Reskrim dan tidak menyebut institusi Polri serta tidak menyebut Boediono bersalah, tak ayal semua pihak dibuat sibuk, termasul Polri. Bahkan di sebut – sebut Susno terancam “dipanggil” lagi oleh institusinya.

Namun begitu, data atau pengakuan ini, menurut beberapa anggota Pansus,  memiliki arti penting bagi Pansus,  bisa saja dijadikan data oleh Pansus karena disampaikan oleh Susno secara sadar dan di bawah sumpah. Meski disampaikan di akhir rapat Pansus, menurut Andi Rahmat,  saat itu masih dalam suasana Rapat Pansus yang belum ditutup.

Dengan adanya data baru itu, Pansus sedang mempertimbangkan untuk menghdirkan kembali Kapolri, Jend. Pol. Bambang Hendarso Danuri ke Rapat Pansus untuk kepentingan kronfortir data yang disampaikan Susno.

Yang menarik adalah bahwa “testimoni” tersebut terungkap pertama kali oleh politisi mudal asal Makassar,  Andi Rahmat, ke publik justru beberapa hari kemudian setelah Susno hadir menjadi saksi dalam Rapat Pansus. Padahal, usai pemeriksaan, Susno terlihat cukup sibuk melayani permintaan wawancara dengan sejumlah media ketika itu.