Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Suryadharma Ali memberikan penghargaan Amal Bakti di Jakarta Senin malam. Pemberian penghargaan dilakukan bersamaan dengan acara acara tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke 65 Kemenag di Gedung Baru Kemenag, Jl. MH Thamrin Jakarta.
Acara itu dihadiri beberapa mantan menteri agama, seperti Muhammad Maftuh Basyuni, Said Agil Husein Al Munawar, Tolchah Hasan dan sejumlah tamu dari beberapa negara sahabat.
Penghargaan Amal Bakti diberikan kepada para kepala daerah yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan agama dan keagamaan, termasuk bidang kerukunan umat beragama di daerahnya masing-masing.
Ini adalah salah satu hasil positif dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), saat kampanye menawarkan pendidikan gratis di daerahnya, kata Menteri Agama Suryadharma Ali, ketika mengawali sambutannya yang disambut suara riuh para hadirin.
Menurutnya kualitas penyelenggaraan pendidikan, kerukunan antarumat beragama, termasuk kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan tata kelola pemerintahan dalam setahun terakhir menunjukan tanda menggembirakan.
Hal ini sebagai wujud dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Semua itu dilakukan jajaran kementerian ini dengan dilandasi kehati-hatian dan kebersihan hati. Semua pekerjaan dilakukan sesuai koridor yang berlaku, penuh kehati-hatian sambil mencegah perilaku hina dalam bekerja, kata Suryadharma Ali.
Seluruh pemangku kepentingan mengedepankan pelayanan optimal. Bersih bekerja keras, cerdas dan ikhlas, kata Menag.
Menag bersyukur Kementerian Agama RI telah memasuki usia ke-65, usia yang cukup matang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Telah banyak yang dicapai, baik di bidang peningkatan kualitas kehidupan beragama, kerukunan umat beragama, pendidikan agama dan keagamaan, penyelenggaraan haji maupun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
“Namun demikian, tentu saja, masih banyak hal yang perlu kita perbaiki dan tingkatkan di masa yang akan datang,” kata Menag
Terkait dengan para kepala daerah yang telah memberi kontribusi kepada bidang pendidikan agama dan keagamaan, Menteri Agama memberi penghargaan kepada Gubernur NTB M. Zainal Majdi, Propinsi DKI Jakarta yang diterima wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto, Gubernur DI Yogyakarta yang diterima salah seorang utusannya dari Biro Kesra, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Sulsel Sahrul Yasin Limpo, Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali.
Sementarta para bupati/walikotamadya yang menerima penghargaan untuk bidang pendidikan diberikan kepada Kabupaten/Kotamadya yang berasal dari Sumbawa Barat, Lebak, Kendari, Louksemawe, Jepara, Tangerang, Sukabumi, Palembang, Subang dan Ogan Komering Timur.
Sementara untuk bidang kerukunan umat beragama diberikan kepada walikota Balikpapan.
Menag pada kesempatan tersebut menyampaikan pula, pada tahun 2011 Kementerian Agama akan me-launching dua program yang memiliki skala dan bobot secara massif dalam rangka untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama dan kemudahan akses pada pendidikan, yaitu program nasional “Gerakan Maghrib Mengaji.” Program ini sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur berupa “aktifitas mengaji” selepas maghrib.
Kemudian yang kedua, kata Menteri, yaitu penyelenggaraan program “Madrasah Gratis” untuk semua madrasah negeri dan swasta di daerah-daerah terpencil. Program ini bertujuan untuk membuka peluang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang tentang Pendidikan Nasional sebagai wujud optimalisasi anggaran pendidikan dalam APBN sebesar 20%.(es/ks/kemenag)
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri Wujudkan Swasembada Pangan
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Danlantamal VI Tinjau Kesiapan Personel Gabungan Pengamanan Hari May Day
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara









