CSR XL: Gandeng IDI Beri Layanan Gratis Kesehatan Masyarakat

Direktur Utama XL, Hasnul Suhaimi dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Prijo Sidipratomo Sp.Rad (K).
Direktur Utama XL, Hasnul Suhaimi dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Prijo Sidipratomo Sp.Rad (K).

SURABAYA – PT XL Axiata, Tbk (XL) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak hanya memberi dukungan pada pendidikan saja tetapi juga fokus kearah kesehatan.

Pada Selasa, (11/1/2011) di Jakarta, XL dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan penandatangan kerjasama Layanan Gratis Kesehatan Masyarakat yang dilakukan oleh Direktur Utama XL, Hasnul Suhaimi, dan Ketua Umum PB IDI, Dr. Prijo Sidipratomo Sp.Rad (K). Melalui kerjasama ini, menjadikan XL sebagai operator pertama di Indonesia yang menjalin kemitraan program CSR bersama dengan IDI.

”Suatu kehormatan bagi XL sebagai operator pertama yang dapat melakukan kerjasama dengan IDI, karena selama ini XL lebih menitik beratkan bentuk tanggung jawab sosial pada pendidikan dan teknologi. Kini CSR XL akan lebih fokus pada layanan kesehatan dengan melakukan kerjasama eksklusif dengan IDI selama kurun waktu 2 (dua) tahun. Diharapkan melalui kerjasama ini dapat mendukung kegiatan IDI dalam pengabdian masyarakat dan penanggulangan bencana,” kata Husnul melalui siaran yang persnya yang diterima di Surabaya.

Disebutkan, kemitraan program CSR XL bersama dengan IDI meliputi layanan gratis kesehatan masyarakat melalui pengoperasian dua unit ambulan.

Mobil ambulan yang dioperasikan tersebut dilengkapi dengan berbagai perangkat medis yang cukup lengkap, setara dengan IGD di rumah sakit, yang memungkinkan dilakukannya berbagai tindakan medis untuk menolong korban, mulai dari pertolongan pertama hingga tindakan operasi.

Dengan kelengkapan peralatan tersebut diharapkan akan berfungsi maksimal di tangan yang tepat untuk mempermudah dan meringankan beban para tenaga medis dalam menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat terutama di area kerja emergency medic tetapi dapat pula dikondisikan dengan situasi kondisi yang ada dan yang di hadapi.

Dalam waktu dekat XL bersama IDI juga akan melakukan penggalangan dana melalui SMS donasi. Dengan dukungan lebih dari 40 juta pelanggan, diharapkan melalui dapat terhimpun dana masyarakat yang dapat meringankan para tenaga medis/dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia sampai ke pelosok tanah air.

Dgkapkan, program kemitraan ini, XL sebagai penyedia jasa telekomunikasi selular di Indonesia juga menghadirkan layanan partisipasi donasi karyawan XL melalui program layanan kesehatan dan obat-obatan gratis untuk kurang lebih seribu masyarakat selama masa tanggap bencana letusan Gunung Merapi di Yogyakarta.

”IDI merupakan lembaga organisasi profesi Dokter yang diakui oleh UU sebagai satu-satunya organisasi profesi dokter di Indonesia yang diakui kredibilitasnya serta memiliki kemampuan (baik profesional maupun keorganisasian) dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dengan profesi yang jelas melingkupi seluruh dokter umum dan seluruh cabang spesialisasi, fungsi ambulance akan sangat maksimal. Tentunya XL berharap IDI bisa menjadi partner CSR yang efektif dalam melayani masyarakat secara bersama-sama” tambah Hasnul.

” Untuk lebih mengoptimalkan pelayanan pada masyarakat dan kebutuhan kesehatan pada daerah bencana yang banyak terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, bantuan yang diberikan oleh XL ini akan memudahkan para relawan/dokter untuk dapat bertindak cepat dalam memberikan tenaga medisnya di daerah bencana. Adanya kerjasama IDI bersama XL maka diharapkan dapat memberikan nilai lebih dalam membantu masyarakat korban bencana maupun sosialisasi mengenai antisipasi bencana,” sambut Prijo.

XL telah menyelenggarakan SMS Donasi untuk menggalang dana bantuan dari pelanggan antara lain pasca bencana gempa bumi Padang, gempa Bengkulu, banjir bandang Wasior, dan sejumlah bencana lainnya. Dana yang terkumpul antara lain disalurkan dalam bentuk bantuan bahan-bahan kebutuhan dasar korban, juga perbaikan atau pengadaan fasilitas umum.

Tujuan program itu sendiri adalah memadukan segenap potensi dokter Indonesia, meningkatkan harkat, martabat dan kehormatan diri dan profesi kedokteran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, serta meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera. (doni sujito/lea)