Din Kecewa, Pertemuan Terlalu Ramai dan tak Terbuka

din syamsuddin 2maiwanews – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengaku kecewa dengan pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyomo (SBY) dengan Tokoh Lintas Agama karena terlalui ramai dan tidak disirkan langsung.

Dalam pertemuan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu, Din yang juga salah seorang Tokoh Lintas Agama mengatakan, pertemuan itu dihadiri sekitar 100 orang sehingga kesempatan untuk menyampaikan substansi pertemuan jadi tidak maksimal.

Padahal menurut Din, sebagai pihak yang diminta mengajukan nama yang akan mengikuti pertemuan itu, hanya mengajukan 12 nama. “Kami hanya mengajukan 12 nama,” kata Din dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 18 Januari 2011.

Selain itu, Din juga meyayangkan bahwa acara sepenting itu tidak disiarkan secara langsung seperti yang diminta dirinya sebelumnya acara. Bahkan menurutnya, perlakukan tidak adil terhadap liputan juga terjadi.

Ketidak adilan yang dimaksud Din yakni, liputan langsung dibolehkan saat presiden SBY menyampaikan sambutan, namun tidak saat dirinya diberi kesempatan pertama menyampaikan pandangan. “Terjadi ketidak adilan dalam liputan,” kata Din.

Meski begitu, Din menghargai apa yang dilakukan Istana itu. Jika pihak istama memutuskan mengundang tokoh agama yang lebih luas, menurutnya, itu sepenuhnya hak yang punya acara. Bahkan Din mengapresiasi acara yang berlangsung 4,5 jam yang dinilainya berlangsung hangat dan terbuka.

Ditambahkan Din, pertemuan yang berlangsung di Istana Negara, Senin (17/1) itu, belum menyentuh substansi. Menurutnya, jawaban yang disampaikan SBY masih normatif. “Seperti biasa, disampaikan dengan kalimat mempesona,” kata Din.

Selain itu, Din juga memberi alasan mengapa dirinya tidak langsung memberikan keterangan kepada wartawan begitu acara usai. Dikatakan Din, dirinya memang sebelumnya diminta Istana untuk tidak usah ikut memberikan keterangan kepada pers.

Larangan itu menurut Din, sebagai tamun ia menghormati. Karena sebagai tamu yang sedang berada di ‘rumah orang’, tidak baik jika tidak mengindahkan permintaan tuan rumah. Karenanya, dirinya baru menggelar jumpa pers hari ini.

Din juga mengulang kembali sebagian isi pidatonya ketika pertemuan berlangsung. Menurut Din, saat ini terjadi deviasi dan distorsi terhadap cita-cita nasional yang disampaikan oleh The Founding Father, yang terkait dengan demokrasi eknomi atau yang biasa disebut ekonomi kerakyatan.

Dikatakan Din, sistem ekonomi yang dijalankan sekarang terlalu kapitasis yang hanya akan menimbulkan kesenjangan. Kapitalis yang dimaksud Din itu hanya akan menimbulkan kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah menurutnya, terlalu banyak menyampaikan keberhasilan pembangunan ekonomi dengan angka-angka kapitalis.

Din mengataan, angka-angka ekonomi seperti GNP, pertumbuhan ekonomi dan lain-lain, merupakan instrumen kapitalis. Selain itu, Din juga menyoroti soal kedaulatan bangsa di bidang budaya dan pangan yang harus menjadi fokus pemerintah.