maiwanews – Menanggapi aksi koin untuk presiden, Mantan Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla berpesan, jangan sampai kritikan kepada presiden tersebut berubah menjadi ajang pelecehan.
“Dikritik boleh tapi jangan sampai melecehkan,” kata JK, panggilan akrab Jusuf Kalla di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 27 Januari 2011.
Sebelumnya diberitakan, sebuah kotak bertuliskan ‘koin untuk Presiden’ muncul di depan ruang sidang Komisi III DPR saat berlangsung rapat kerja (Raker) antara komisi III DPR dengan Kapolri. Namun belakangan, kotak transparan itu sudah dipindahkan.
Aksi koin yang diprakarsai sejumlah anggota Komisi III DPR tersebut dilakukan menyusul pernyataan Presiden SBY di depan para petinggi TNI dan Polri, bahwa dia sudah 7 tahun tidak naik gaji.Seperti diketahui, sejak 2006, Presiden SBY menerima gaji dan tunjangan per bulan sekitar Rp 62 juta, sedangkan wakilnya Rp 42 juta.
Namun JK mengungkapkan, presiden punya dana taktis Rp 2 miliar dan wapres Rp 1 miliar. Tetapi menurutnya, dana taktis tersebut tidak boleh dibawa pulang untuk keperluan pribadi kecuali untuk sumbangan sosial atau membiayai staf yang kurang.
“Tidak bisa untuk sekolah anak atau ganti baju,” kata JK.









