Kamala Harris Beri Tanggapan Terkait Upaya Pemulihan Pasca Badai Helene

20241003-kamala-harris-washington-dc-prod15sep2022lt
Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, dalam sebuah kegiatan di Washington, D.C., Desember 2022 lalu. (Foto Departemen Luar Negeri/Ron Przysucha)

maiwanews – Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, hari Kamis waktu Indonesia atau Rabu EDT memberi tanggapan terkait upaya pemulihan pasca Badai Helene.

Wapres (Wakil Presiden) Harris mengakui badai tersebut menyebabkan kehancuran luar biasa, menyebabkan hilangnya nyawa, hilangnya kenormalan, dan hilangnya sumber daya penting.

“Jadi, saya di sini hari ini untuk berterima kasih kepada semua orang atas upayanya memberi orang-orang dukungan dan bantuan”, ungkap Wapres Harris saat berpidato di Agusta, Georgia, Amerika Serikat, Rabu sore, 2 Oktober 2024 EDT (Eastern Daylight Time) atau Kamis dini hari, 3 Oktober 2024 waktu Indonesia.

Ia melanjutkan, di komunitas ini, hingga 60 persen penduduk di sini tidak memiliki listrik. Banyak orang tidak memiliki air bersih selama setidaknya beberapa hari ini. Sebagian memiliki air tetapi tidak ada air panas.

“Presiden dan saya telah memperhatikan dengan saksama sejak awal langkah berikutnya untuk memastikan sumber daya federal tersedia secepat mungkin”, ungkap Wapres Harris.

Ia menjelaskan, pertolongan federal telah diberikan, termasuk bantuan FEMA senilai $750 untuk orang-orang dengan pemenuhan kebutuhan mendesak, seperti makanan, susu formula bayi, dan sejenisnya. Masyarakat korban bencana alam ini dapat mengajukan permohonan sekarang.

Pemerintah juga dikatakan akan menanggung biaya pemerintah daerah untuk makanan, air, dan tempat tinggal. Kepada penduduk di wilayah korban Badai Helene, Wapres Harris menegaskan bahwa pemerintah akan berada di lokasi untuk jangka panjang.

Terkait korban jiwa, Wapres Harris tidak dapat merinci jumlah keseluruhan, namun untuk wilayah Negara Bagian Georgia, diperkirakan 33 korban jiwa, sebagaimana baru saja disampaikan Wali Kota. Di Augusta, Richmond County, tercatat 7 korban meninggal.

Beberapa media mencatat jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 100 orang di beberapa negara bagian. (z/Gedung Putih AS)