Pasukan keamanan Mesir menangkap para demonstran setelah pertikaian terus berlanjut antara pendukung Presiden Hosni Mubarak dengan demonstran anti Mubarak. Setikdaknya lima orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan terakhir.
Penangkapan dilakukan menyusul terus berlanjutkan kekerasan di ibukota Mesir. Dua kubu saling serang menggunakan batu, tongkat, dan senjata lainnya. Kekerasan menandai perubahan dramatis terhadap aksi damai awal pekan ini dalam menuntut Mubarak segera turun dari jabatannya.
Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafik telah menyampaikan permintaan maafnya atas bentrokan antara pendukung dan penentang Mubarak. Dia juga membantah pemerintah terlibat dalam bentrokan tersebut.
Para demonstran anti Mubarak menuduh pemerintah mendorong atau setidaknya melakukan pembiaran atas penyerangan massa pro Mubarak di Tahrir Square Kairo. Pendukung Mubarak juga mengutuk wartawan asing. Mereka menganggap media asing menghasut rakyat Mesir melakukan protes. (voa)
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 3kg Ganja, Tangkap 2 Pelaku
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Prabowo Subianto Sambut Kedatangan Presiden Erdogan di Bandara Halim
Menhan AS Rencana untuk Menampung Migran Ilegal di Teluk Guantanamo
Jubir Kemenlu Rusia Tanggapi Serangan Pesawat Nirawak Ukraina









